Breaking News:

Berita Belu

Pemkab Belu Latih Tenaga Kerja

Pemerintah Kabupaten Belu ( Pemkab Belu) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Peserta pendidikan dan pelatihan berbasis unit kompetensi di Kabupaten Belu saat ikut kegiatan pembukaan, Senin 6 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu ( Pemkab Belu) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan berbasis unit kompetensi bagi tenaga kerja di Kabupaten Belu yang dimulai Senin 6 September 2021.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM. Hadir saat itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Laurensius Kiik Nahak, M.Si, Camat Atambua Barat, Petrus A.T. Manek, S.IP dan Camat Atambua Selatan - Silvia C. Do Amaral, S.STP.

Peserta kegiatan ini adalah para tenaga kerja produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran yang tidak mempunyai kemampuan atau yang terkena PHK akibat COVID-19.

Pelatihan ini meliput tiga bidan kerja yakni, menjahit, perbengkelan dan babershop (salon pria) dengan jumlah peserta 100 orang dari lima kecamatan.

Baca juga: Pemkab Belu Beri Perhatikan Khusus Bagi Pasien Positif COVID-19 yang Isolasi

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurensius Kiik Nahak, M.Si melaporkan, pelatihan khusus tenaga kerja di bidang menjahit berlangsung selama satu bulan sedangkan perbengkelan dan salon pria selama 14 hari. Materi diberikan para instruktur dari beberapa Balai Besar Pelatihan yang bekerja sama dengan Pemda Belu antara lain, Bandung, Jawa Tengah, Bekasi, Tangerang dan Medan.

Menurut Laurensius, jumlah peserta kegiatan 100 orang yang dipilih dari lima kecamatan yaitu, Raihat, Nanaet Duabesi, Kakuluk Mesak, Atambua Barat dan Atambua Selatan.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta di bidangnya masing-masing. Mengatasi pengangguran terutama dampak langsung dari pandemi COVID-19.

Kata Laurensius, usai diklat, peserta akan mendapat dana stimulan dari pemerintah untuk membeli peralatan usahanya yang nilainya tergantung kebutuhan usahanya.

Baca juga: Pemkab Belu Terus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Contohnya salon pria yang dibutuhkan adalah Gunting, kursi, kaca/cermin, bangku sehingga dana yang dibutuhkan 1 juta bisa diberikan. Bengkel motor yang dibutuhkan adalah kunci, viber yang 1.000 liter, peralatan cuci, sementara menjahit yang dibutuhkan adalah mesin jahit", kata Laurensius.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi peserta di bidang menjahit, perbengkelan dan babershop (salon pria).

Wabup Belu berpesan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan dengan tekun dan sampai selesai. Kemampuan dan ketrampilan yang didapat selama kegiatan harus bisa diaplikasikan sehingga peserta dapat membuka usaha sendiri dan usahanya bisa eksis. (*)

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved