Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 31 Agustus 2021: Setan
Dalam Lukas 4:31-37, dikisahkan bahwa saat mengajar di rumah ibadat, Yesus dihadapkan dengan seorang yang kerasukan setan. Reaksi dan sikap Yesus?
Renungan Harian Katolik Selasa 31 Agustus 2021: Setan (Lukas 4:31-37)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Orang Mesir kuno percaya bahwa ada setan, roh jahat dalam wujud apa saja. Jumlahnya tak tanggung-tanggung sekitar 7,5 juta.
Tempat mangkal setan biasanya di padang gurun, laut, kuburan, tempat sampah, serta tempat kotor dan kumuh lainnya.
Sebagian tinggal di seputaran manusia. Bahkan ada yang diam dalam diri manusia; masuk bersamaan dengan makan yang disantap. Setan yang masuk dalam diri manusia itulah yang dipercayai menjadi penyebab berbagai penyakit yang diderita manusia.
Antara percaya dan tidak, setan atau roh jahat rupanya juga ada di sekitar kita, hidup di antara kita. Dalam masyarakat dikenal nama yang beragam, sebagai misal : suanggi, menaka, uen gete, dsb. Itu namanya dalam masyarakat Flores.
Kalau ada yang sakit dan meninggal kadang dikaitkan dengan setan, roh jahat. Berkembang rumor adanya guna-guna, saling tuding terkait makhluk antara ada dan tiada ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Menjadi Manusia Otentik
Dalam Kitab Suci pun tersebar banyak kisah yang mengungkap adanya setan atau roh jahat. Yesus pernah digoda iblis (Mat 4:1-11; Mrk 1:12-13; Luk 4:1-13). IA mengajar dan menyembuhkan banyak orang yang sakit, termasuk yang kerasukan setan (Mat 4:23-25; 8:28-34; 12:22-32; 17:14-21; Mrk 3:20-30; 5:1-20; 9:14-29; Luk 6:17-19; 8:26-39; 9:37-43; 11:14-23).
Olehnya, hal yang lebih relevan untuk permenungan, bukan lagi soal ada atau tidak adanya setan atau roh jahat, melainkan bagaimana sikap kita yang benar terhadapnya?
Dalam Lukas 4:31-37, dikisahkan bahwa saat mengajar di rumah ibadat, Yesus dihadapkan dengan seorang yang kerasukan setan. Reaksi dan sikap Yesus adalah menghardiknya, "Diam, keluarlah dari padanya!" (Luk 4:35). Yesus bertindak tegas dan keras. IA mengusir roh jahat yang merasuki dan membuat orang menderita.
Nah, rupanya kita pun harus berani menghardik setan yang merasuki sesama bahkan mengancam diri kita sendiri. Tidak ada jalan lain selain bersikap tegas. Kita harus menghalau dan mengusir pergi roh jahat dalam bentuk apa pun.
Namun sikap dan tindakan tegas kita harus merupakan ekspresi dari diri dan hati kita yang kudus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Relasi Personal dengan Allah dan Kualitas Ekspresi
Penginjil Lukas bertutur, ketika melihat Yesus, orang yang kerasukan setan itu berteriak, "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret .... aku tahu siapa Engkau : Engkaulah Yang Kudus dari Allah" (Luk 4:34).
Sedangkan orang-orang yang menyaksikan, justru berkata seorang kepada yang lain, "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar" (Luk 4:36).
Tidak bisa tidak, hati kita harus bersih. Pikiran kita harus lurus. Hidup kita harus selalu bersama Tuhan. Kita harus membiarkan diri dipenuhi selalu oleh Roh Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)