Berita NTT
TPDI Sebut Kejadian Pulau Semau Cermin Insubordinasi Pemimpin yang Lukai Hati Masyarakat
Tim Pembela Demokrasi Indonesia ( TPDI) mengkritik Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, para bupati dan pejabat saat pengukuhan TPAKD
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Instruksi tersebut mengikat seluruh warga NTT dan siapapun yang berada di NTT termasuk Para Pejabat (Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati-Bupati se NTT), sehingga wajib hukumnya untuk ditaati sebagai suri teladan bagi warga.
"Namun yang terjadi, justru mereka secara berjamaah menjilat ludahnya sendiri. Dan anehnya Bupati-Bupati se NTT yang hadir, nampak seperti kerbau dicocok hidung yang mau saja digiring, tanpa ada yang berani menyatakan protes atau keberatan atau secara santun ingatkan Gubernur NTT bahwa ada Instruksi Kapolri dan Peraturan Perundang-Undangan yang harus ditaati," ujar dia.
Ia menerangkan bahwa ada larangan UU yaitu tidak melakukan kerumunan dalam kegiatan apapun, atas nama apapun dan oleh siapapun juga, karena kerumunan berpotensi melahirkan kluster penyebaran virus corona yang lebih masif, yang tak terduga penyebarannya.
"Kepada Kapolres-Kapolres se NTT, harus bertindak untuk memproses bupati-bupati di wilayah hukum polres masing-masing kabupaten, membantu Kapolda NTT dalam mewujudkan Penegakan Hukum yang presisi dan berkeadilan, sesuai dengan visi dan misi Kapolri Jend.Pol. Listyo Sigit Prabowo," pungkas Petrus Selestinus. (*)
Berita Kabupaten Kupang Lainnya