Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 20 Agustus 2021: Zat Perekat Istimewa

Renungan harian katolik Jumat 20 Agustus 2021 Pater Steph Tupeng Witin menulis renungan berjudul Perekat Istimewa.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Ada orang yang mungkin memiliki gagasan yang hebat tapi dia membutuhkan orang lain untuk merealisasikan itu dalam wujud yang konkret.

Zat perekat istimewa itulah yang Yesus ajarkan hari ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Prioritas

Dalam konteks biblis, kasih kepada sesama adalah perwujudan dari kasih kepada Tuhan yang terungkap dalam Ekaristi, doa, ibadat, sharing kitab suci dan sebagainya.

Orang yang mengasihi sesama tidak mungkin tidak percaya kepada Tuhan yang terungkap dalam aktivitas rohani dan sosial konkret. Kasih kepada sesma tidak mungkin terwujud tanpa relasi kasih spiritual dengan Tuhan.

Yesus mengatakan bahwa kasih itu bersumber pada rasa mengampuni semua orang yang bersalah pada kita, bahkan kepada orang-orang yang membenci kita, bahkan harus mengasihi mereka yang membenci kita. Inilah jalan bagi kita untuk berproses diri menjadi anak-anak yang berharga di mata Tuhan.

Ajaran Tuhan agar kita mengaihi Dia dan sesama merupakan ajakan agar kita hidup dalam kasih yang sejati.

Hal ini hanya akan menjaid bagian dari kita ketika hidup kita benar-benar menjadi persembahan yang murni bagi sesama dalam aspek apa pun.

Kita terlibat dan melibatkan diri dalam jalan kasih sederhana, ikut merasakan penderitaan sesama, membantu sejauh bisa dan setia mengalahkan egoisme dan ambisi pribadi.

Kita tidak tenggelam bahkan larut dalam banjir nilai palsu dan iklan zaman modern yang kosong makna sehingga mencoba untuk mengisi kekosongan batin dengan hal-hal yang bersifat materiil namun menderita dalam rasa lapar akan kasih sejati yang tidak pernah hadir.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 13 Agustus 2021: Apa yang Dipersatukan Allah Tak Boleh Diceraikan Manusia

Yesus menyindir orang Farisi untuk membongkar kepalsuan kedok kesucian lahiriah yang artifisial.

Orang Farisi mungkin saja bermutu dalam pengetahuan soal kasih dalam agama tapi tidak berkualitas dalam tindakan kasih.

Rasa benci dan iri hati bisa menutup ruang bagi hati untuk menghadirkan kasih, kebenaran dan kemanusiaan.*

Renungan harian lainnya

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved