Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik 13 Agustus 2021: Apa yang Dipersatukan Allah Tak Boleh Diceraikan Manusia
Saya ingat materi pemahaman hukum gereja beberapa waktu lalu. Kebetulan yang hadir itu para dosen hukum gereja se-Indonesia timur.
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Apa yang Dipersatukan Allah Tak Boleh Diceraikan Manusia (Bac. Yosua 24: 1 - 13; Mt 19: 3-13)
Oleh: RD. Ambros Ladjar
POS-KUPANG.COM - Saya ingat materi pemahaman hukum gereja beberapa waktu lalu. Kebetulan yang hadir itu para dosen hukum gereja se-Indonesia timur. Materinya praktis karena tentang hukum perkawinan.
Dari hakekatnya perkawinan katolik itu adalah perjanjian hukum antara dua orang, laki-laki dan perempuan. Mereka membentuk suatu persekutuan hidup dengan ciri kodratinya yakni kesejahteraan hidup.
Jelas menyangkut suatu pilihan bebas tanpa paksaan sebagai jalan hidup. Olehnya ada konsekuensi terkait aspek keberlanjutan hidup itu.
Jalan hidup apakah berkeluarga atau atau hidup selibat punya konsekuensi. Keduanya mengarah kepada hidup surgawi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tegar Hati
Bagian akhir injil tegaskan, orang jadikan dirinya dengan sadar demi kerajaan Allah. Sebab itu dibutuhkan kesetiaan dalam penghayatan. Bila komitmen ini diabaikan, maka justru akan terjadi ketimpangan.
Menjadi jelas bahwa sejak dahulu tak ada perceraian. Ada salah paham dalam praktek agama Yahudi karena ketegaran hati. Kelakuan mereka mengikuti seleranya sendiri tanpa peduli akan istrinya.
Jika demikian, maka nilai perkawinan tak dihormati. Seharusnya orang pikir matang sebelum mengikatkan diri. Poin ini yang disampaikan Yesus kepada orang Yahudi.
Di Sikhem Yosua kembali membaharui janji dengan Allah. Seluruh suku bangsa Israel dikumpulkan guna mengenang kebaikan Tuhan.
Karena mereka itu bangsa terpilih, maka Allah selalu berpihak kepada mereka. Sejak keluar dari perbudakan Mesir, saat di padang gurun sampai masuk tanah Kanaan.
Olehnya komitmen untuk taat kepada Allah harus dibaharui. Hal ini dipandang sebagai Perjanjian Baru. Tuhan tak mau membiarkan mereka tercerai berai.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegor Sesama
Begitupun dengan cara hidup rumah tangga. Semua masalah perlu dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluar.
Marilah kita lihat kembali kedewasaan kita menjalani panggilan hidup kita. Baik terikat dengan pilihan hidup perkawinan maupun selibat. Kolaborasi baik keduanya memungkinkan terciptanya mutu hidup masyarakat.
Salam sehat di Hari Jumat untuk semuanya. Tetap taat menjalankan Prokes. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-ambros-ladjar_01.jpg)