Kamis, 4 Juni 2026

Timor Leste

Kasus Spionase Timor Leste, Partai Buruh Australia Janjikan Penyelidikan Jika Menang

Diduga telah terjadi kebocoran informasi selama negosiasi minyak dan gas yang dibocorkan oleh mata-mata Australia kepada Rusia

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
theconversation.com
Senator oposisi dari Partai Buruh Australia Katy Gallagher 

Kasus Spionase Timor Leste, Partai Buruh Australia Janjikan Penyelidikan Jika Menang

POS-KUPANG.COM, CANBERRA - Partai Buruh Australia telah berjanji untuk mengadakan penyelidikan atas penyadapan Australia terhadap pemerintah Timor Leste selama negosiasi sumber daya minyak dan gas yang berpuncak pada penuntutan seorang pelapor dan pengacaranya.

Pemimpin bisnis Senat oposisi Katy Gallagher juga menuntut Jaksa Agung Michaelia Cash menjelaskan kasus yang sedang berlangsung terhadap pengacara Canberra Bernard Collaery.

Mosi Partai Buruh yang mengharuskan jaksa agung untuk memberikan penjelasan kepada majelis sebelum akhir bulan secara efektif dikalahkan pada hari Kamis 12 Agustus 2021 dengan suara imbang.

"Di pemerintahan, kami akan memastikan penyelidikan tentang keadaan operasi intelijen yang dilakukan oleh Dinas Intelijen Rahasia Australia di Timor Leste dan keputusan selanjutnya untuk menuntut Saksi K dan pengacaranya, Tuan Bernard Collaery," kata Senator Gallagher sebelumnya.

"Selanjutnya, Partai Buruh meminta jaksa agung untuk memberikan penjelasan kepada Senat tentang kepentingan publik untuk terus menuntut Tuan Collaery."

Baca juga: Xanana Gusmao Terpaksa Tampar Warga Timor Leste Yang Nekat Ambil Jasad Korban Covid19 di Rumah Sakit

Crossbencher Rex Patrick ingin komite hukum parlemen memeriksa keadaan penuntutan.

Senator Gallagher tidak setuju dan sebaliknya menandai pemerintah Partai Buruh akan mengubah undang-undang sehingga operasi ASIS dapat dirujuk ke Inspektur Jenderal Intelijen dan Keamanan untuk penyelidikan.

Saksi K pada bulan Juni dibebaskan dari penjara. Mantan perwira ASIS malah menerima hukuman percobaan tiga bulan setelah mengaku berkonspirasi untuk mengungkapkan informasi rahasia.

Ini terkait dengan penyadapan Australia terhadap ruang kabinet Timor Lorosa'e pada tahun 2004 ketika kedua negara merundingkan pemotongan cadangan minyak dan gas.

Collaery terus melawan tuduhan bahwa dia secara tidak sah membagikan informasi rahasia tentang operasi tersebut.

Cabut Kasus Spionase

Pada 2017, Timor Leste telah mencabut kasus mata-mata terhadap Australia sebagai bagian dari negosiasi untuk menyelesaikan sengketa lama atas batas maritim permanen di Laut Timor.

Keputusan itu dilakukan setelah sepekan pembicaraan konsiliasi di Singapura, kedua negara mengumumkan, Timor Leste telah sepakat untuk mencabut kasus mata-mata sebagai bagian dari "itikad baik" negosiasi demi menyelesaikan sengketa atas batas-batas maritim.

Baca juga: Australia Balas Dendam pada Pelapor yang Mengungkap Spionase Timor Leste

Dalam pernyataan bersama, kedua negara juga mengatakan, mereka akan berkomitmen untuk menyelesaikan batas maritim permanen.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved