Berita Sumba Timur
Bank NTT Salurkan Bantuan CSR Bagi Korban Banjir dan Badai Seroja di Sumba Timur
Manajemen Bank NTT menyalurkan bantuan CSR bagi korban banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sumba Timur
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Manajemen Bank NTT menyalurkan bantuan CSR bagi korban banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sumba Timur. Bantuan yang diberikan itu sebesar Rp 100 juta.
Penyerahan bantuan ini berlangsung di ruang rapat bupati Sumba Timur, Senin 16 Agustus 2021.
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Komisaris Independen Bank NTT, Dr.Frans Gana kepada Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing,M.Si dan Wakil Bupati, David Melo Wadu, S.T.
Hadir pula Direktur Umum Bank NTT, Johanis Landu Praing, S.E,M.M ,Kadiv Operasional Bank NTT, Matius J. Mangi, Pimpinan Cabang Bank NTT Waingapu, Yusuf H. Mawolu dan sejumlah pejabat Bank NTT Cabang Waingapu.
Baca juga: Bank NTT Kefamenanu Serahkan Bantuan Pembangunan Gereja di Noemuti
Bantuan senilai Rp 100 juta ini sudah dalam bentuk barang, yakni 10 unit mesin pompa air ukuran tiga dim, satu unit mesin pompa air ukuran empat dim dan satu unit hand traktor.
Direktur Umum Bank NTT, Johanis Landu Praing, S.E,M.M mengatakan, saat ini aset Bank NTT sebesar Rp 17,1 Triliun, yang mana dalam pelayanannya Bank NTT sendiri telah menggulirkan kredit bagi masyarakat NTT sebesar Rp 11 Triliun lebih. Sampai saat ini Bank NTT juga telah berhasil mengumpulkan laba sebesar Rp 190 Miliar lebih.
Menurut Johanis, sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank NTT di tahun 2024 mendatang sudah harus memiliki modal sebesar Rp 3 Triliun, sehingga diharapkannya Pemda Sumba Timur sebagai salah satu pemegang saham di Bank NTT dapat meningkatkan penyertaan modalnya yang saat ini sudah sebesar Rp 79 Miliar.
"Ini perlu sehingga pada tahun 2024 mendatang total modal Bank NTT sudah dapat mencapai yang disyaratkan OJK. Kita masih kurang Rp 1,3 Triliun, karena modal Bank NTT saat ini adalah Rp 1,7 Triliun," kata Johanis.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Bank NTT Bajawa Sosialisasi Transaksi Non Tunai Melalui Aplikasi Qris
Komisaris independen Bank NTT, Dr Frans Gana dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang telah menerima jajaran Bank NTT lagi saat ini dalam rangka penyerahan CSR untuk kepentingan peningkatan kehidupan masyarakat petani korban banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja pada April 2021 yang lalu.
Menurut Frans, saat sekarang masyarakat NTT selaku pemilik Bank NTT patut berbangga dengan manajemen yang ada, karena telah berhasil meningkatkan tingkat kesehatan komposit Bank NTT ke tingkat kesehatan komposit dua atau naik satu tingkat setelah bertahan di tingkat kesehatan komposit tiga selama kurang-lebih 30 tahun.
"Tentu manajemen dan seluruh karyawan masih tetap membutuhkan dukungan pemerintah dan masyarakat NTT agar Bank NTT bisa menjadi makin baik ke depan," katanya.
Diharapkan adanya bantuan tersebut dapat membantu masyarakat korban bencana yang kehilangan lahan pertaniannya atau peralatan mesin pompanya agar bisa kembali mengolah lahan pertaniannya.
Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing,M.Si pada mengapresiasi Bank NTT dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Sumba Timur, khususnya yang menjadi korban bencana banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja April 2021 lalu.
"Tentunya kami berharap kedepan bantuan CSR ini tetap dialokasikan kepada masyarakat Sumba Timur, sehingga ada percepatan pembangunan dan proses pemulihan. Semua ini dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia ekonomi dan masyarakat," kata Khristofel.