Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tegar Hati
“Karena ketegaran hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Mat 19: 8)
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tegar Hati (Mat 19: 3-12)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - “Karena ketegaran hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Mat 19: 8)
Kidung Agung menggambarkan relasi antara Allah dengan umat Israel seperti relasi cinta sepasang kekasih. Relasi sangat intim dan tidak akan pernah terpisahkan.
Relasi itu telah menjadi matang dalam perjalanan waktu dan dibentuk dengan pengalaman jatuh-bangun sepanjang hidup. Ada saat-saat dimana masing-masing merasa lelah, letih dan lesu berziarah hidup. Ada saat dimana orang kehilangan harapan. Berada dalam situasi gagap.
Tapi masa-masa krisis itu justru menjadi momen indah untuk mengenang kisah kasih Tuhan dalam merajut kasih hingga mengutuhkan kembali relasi mereka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 12 Agustus 2021: Mengampuni Terus-menerus
Kenangan itu terkadang menghadirkan guliran air mata sedih, sesal dan bahagia karena Tuhan tidak pernah tidak setia. Manusialah yang terlampau kelewat melenceng dari komitmen bersama-Nya.
Inilah saat indah merajut kembali langkah menuju masa depan sambil memutar ulang memori masa lalu yang sarat pesan.
Selama berziarah di padang gurun, relasi antara Allah dan bangsa Israel melewati pelbagai kesulitan dan tantangan. Musa begitu sabar meladeni keinginan umat Israel yang merengek-rengek agar hasratnya terpenuhi. Israel tidak peduli betapa sakit hatinya Allah melihat perilaku Israel yang bebal.
Selalu terulang terus menerus. Kesetiaan Musa hanya sampai di Gunung Nebo untuk melihat hamparan masa depan Israel di tanah Kanaan.
Yosua yang memimpin Israel memasuki tanah impian Kanaan. Yosua menyadari kebebalan Israel maka ia mengajak mereka untuk membarui perjanjian dengan Allah.
Yosua mengajak umat Israel merenungkan kembali kisah kasih Allah yang nyata kepada Israel sejak zaman Abraham, Ishak, Yakub, Musa dan masa kini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegor Sesama
Kenangan akan sejarah kasih dan kebaikan Allah menyalakan kembali api cinta Israel kepada Allah yang selanjutnya memacu mereka setia pada perjanjian.
Yesus dalam Injil mencela ketegaran hati orang-orang Farisi yang selalu memaksakan kehendaknya kepada Musa. Hati yang tegar identik dengan orang yang keras kepala, kepala batu: mengutamakan kemenangan ego meski harus melanggar aturan bersama.
Ketegaran hati berdampak negatif: tidak peka dan tidak peduli dengan orang lain dan bisa merugikan keutuhan hidup bersama yang mesti taat pada aturan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)