Presiden Jokowi Ungkap Fakta Mengejutkan, Lonjakan Covid-19 di NTT Luar Biasa, Juga 5 Provinsi Lain
Dalam sepekan terakhir, lonjakan kasus covid-19 di Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) dan lima provinsi lainnya, terbilang luar biasa.
"Hati-hati, ini selalu naik dan turun, dan, yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati.”
“Saya lihat dalam seminggu kemarin, tanggal 1 Agustus, NTT itu masih 886 (kasus aktif).”
“Tanggal 2 Agustus, 410 kasus baru. Tanggal 3 (Agustus) 608 kasus baru. Tanggal 4 (Agustus) 530 (kasus baru).”
“Tetapi lihat di tanggal 6 (Agustus) kemarin, 3.598 (kasus baru). Yang angka-angka seperti ini harus direspons secara cepat," tandas Presiden Jokowi.
Baca juga: Menko Airlangga Minta Maksimalkan Potensi Daerah dan Percepat Penyerapan Anggaran Covid-19
Firdza Radiany Ingatkan Pemerintah
Inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany mengingatkan pemerintah terkait lonjakan kasus Covid-19 di wilayah luar Pulau Jawa dan Bali.
Firdza mengungkapkan kasus harian di luar Pulau Jawa dan Bali sempat lebih tinggi dibanding wilayah Jawa dan Bali.
"Saya ulangi lagi hati-hati di luar Jawa. Kemarin tanggal 5 agustus, untuk pertama kalinya kasus harian di luar Jawa itu lebih tinggi dari Pulau Jawa. Padahal jumlah testing terbanyak ada di Jawa. Hati-hati," ujar Firdza dalam webinar Forum Diskusi Salemba, Sabtu 7 Agustus 2021.
Dirinya mengungkapkan zona merah di luar Pulau Jawa dan Bali semakin banyak dalam satu bulan terakhir.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu membangun kerjasama pentahelix untuk mengantisipasi lonjakan ini.
Baca juga: Tim Gabungan Satgas Covid-19 di Kabupaten Sikka Mulai Tindak Pelanggar Prokes
"Terutama semua disiapkan di luar Jawa. Logistik, obat-obatan, oksigen kesiapan nakes dan sistem-sistem kesehatan atau health system lainnya yang harusnya disiapkan," ucap Firdza.
Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan agar tidak terjadi lonjakan tajam kasus positif Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.
Kasus ini pernah terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Firdza mengatakan saat ini masih ada waktu untuk menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
"Agar nanti kejadian di Kudus, di Madura, Surabaya, di kota Bandung, kota kota kecil semacam Jepara itu nggak bisa terjadi di luar Jawa. Itu sudah alert yang sangat bahaya ini. Kita masih punya sedikit banyak waktu untuk merespon agar luar Jawa tidak seburuk Kudus misalkan," kata Firdza.
Baca juga: Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Dua di Sumba Timur Sudah 10.488