Berita Kota Kupang

Begini Harga Penjualan Umbul-umbul Jelang HUT RI  di Kota Kupang

jika dihari sepih dirinya bisa mendapat penghaslian 3-4 ratus ribu, dan jika pertengahan bulan omset akan naik hingga 2 juta sehari

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Penjual umbul-umbul di ruas jalan Frans Seda kelurahan kelapa Lima kota Kupang sedang melayani pembeli. 

Begini Harga Penjualan Umbul-umbul Jelang HUT RI  di Kota Kupang

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Jelang peringatan HUT RI ke 76 tahun pada 17 Agustus 2021 mendatang. Jualan pernak pernik atau umbul-umbul mulai di nampak di Kota Kupang.

Seperti halnya di seputaran jalan protokol di wilayah ini.

Harga untuk tiap umbul-umbul ini pun berbeda-beda, mulai dari 3 ribu hingga 350 ribu rupiah.

Salah seorang penjual, Riki Kosek, menyebut dirinya mulai berjualan umbul-umbul ini sejak tanggal 20 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Kota Kupang Punya 395 Anak Jalanan

"Yang panjang itu harganya 350 ribu, bendera besar 50 ribu, sedang 40, kecil 30, yang paling kecil 5 ribu. Bendera warna warni 30," katanya Sabtu 7 Agustus 2021.

Riki mengatakan usaha musiman ini ia lakoni sejak 8 tahun lalu.

Dia mengaku, selain dirinya terdapat puluhan penjual lainnya yang menjual atribut jelang 17 Agustus ini.

Oleh pemilik, Riki mengungkapkan, ia diberi upah 1,5 juta setelah menjual umbul-umbul ini selama sebulan.

Baca juga: Dinkes Kota Kupang Hentikan Tes PCR di Klinik ASA

"Kalau tidak kerja, mau makan apa. Berat juga Kaka," kata Riki saat berdialog dengan Pos Kupang di tempat jualannya di jalan Frans Seda, kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang. 

Dijelaskan Riki, khusus di Kota Kupang, tempat yang paling ramai pengunjung berada di ruas jalan El Tari. Pasalnya, hasil penjualan di lokasi tersebut bisa mencapai 7 juta dalam sehari.

Meski sepih saat awal, penjualan ini mulai meningkat pada pertengahan bulan Agustus, hal ini berpengaruh pada omset yang akan mengalami kenaikan. Sehari, kata Riki, jika dihari sepih dirinya bisa mendapat penghaslian 3-4 ratus ribu, dan jika pertengahan bulan omset akan naik hingga 2 juta sehari.

Uang hasil penjualan akan disetor ke pemilik atibut ini yang merupakan seorang polisi. Riki menambahkan, total karyawan dari tempat ia bekerja berjumlah 29 orang yang teseebar di Kota Kupang hingga ke Kabupaten Belu dan Malaka.

Baca juga: SMK di Kota Kupang Punya Potensi Besar Hasilkan Produk Kekayaan Intelektual 

Riki yang baru lulus dari sekolah menengah atas ini juga mengaku memiliki usaha studio foto di kabupaten TTS. Akibat pandemi, dirinya terpaksa melayanai konsumen hingga ke rumah-rumah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved