Berita Kota Kupang
Begini Harga Penjualan Umbul-umbul Jelang HUT RI di Kota Kupang
jika dihari sepih dirinya bisa mendapat penghaslian 3-4 ratus ribu, dan jika pertengahan bulan omset akan naik hingga 2 juta sehari
Bila dibandingkan dengan penghasilan tahun sebelumnya, Riki mengatakan perbandingannya cukup jauh. Hal ini diakibatkan adanya pandemi covid dan juga badai Seroja pada April lalu.
Jika pada tahun sebelumnya, dirinya mampu meraup keuntungan sehari hingga 5 juta, namun di tahun ini hasil penjualan hanya mampu menembus 2 jutaan dalam sehari. Meski demikian, Riki optimis, jualannya bisa habis sebelum tanggal 17.
Selain menjual umbul-umbul, Riki juga menjual bambu sebagai benda untuk mengikat bendera. Satu buah bambu dihargai dengan 20 ribu.
Baca juga: Siswa Magang di Dinas Pendidikan Kota Kupang Terpapar Covid-19
Bambu-bambu ini dibeli pemilik jualan dari orang lain seharga 15 ribu dan dijualnya kembali seharga 20 ribu dan dititipkan pada Riki untuk menjualnya.
"Baru-baru bos kasih turun 600 batang tapi sudah habis semua," ujarnya.
Ditambahkan Riki, ia memiliki usaha studio foto di kabupaten TTS. Akibat pandemi, dirinya terpaksa melayanai konsumen hingga ke rumah-rumah.
"Foto juga sekarang sulit, harus turun ke lapangan supaya bisa dapat orang foto. Sekarang ini sepih," pungkasnya. (*)