Berita Pemprov NTT
Suksesi Rektor Undana, Max Sanam Klaim Didukung Mayoritas Senat
ada dukungan dan dorongan dari semua rekan, senior serta para profesor di Undana untuk meneruskan pengabdian di Undana dengan menjadi Rektor
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Suksesi Rektor Undana, Max Sanam Klaim Didukung Mayoritas Senat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Genderang sukses rektor Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) Kupang telah ditabuh.
Panitia pemilihan Rektor Undana Periode 2021-2025 telah resmi mengantongi 6 kandidat bakal calon yang mendaftar untuk bertarung dalam pesta demokrasi di kampus negeri itu.
Ketua Pantai Dr. Sipri Suban Garak dalam acara Jurnal Politik Pos Kupang yang berlangsung Rabu, 4 Agustus 2021, mengatakan suksesi rektor Undana dilaksanakan dalam kurun 4 tahun sekali.
Kepemimpinan rektor saat ini, Prof Fred Benu akan berakhir 5 Desember 2021. Menurut aturan, jelas dia, 6 bulan sebelum masa jabatan berakhir, harus mulai dilakukan proses suksesi.
Sejak 5 Juli 2021, Panitia telah mengumumkan secara terbuka untuk memulai pendaftaran bakal calon Rektor. Sementara itu, pengumuman pendaftaran bakal calon Rektor Undana tersebut, jelas dia, terbuka untuk umum.
Hal itu karena salah satu syarat menjadi rektor dimungkinkan dari dosen pegawai negeri sipil seluruh Indonesia.
Baca juga: Inilah Program yang Digelar Undana dan Kemendikbud, Riset dan Teknologi di Nggorang
Selama masa pendaftaran yang berlangsung 12 Juli hingga 27 Juli 2021 lalu itu, panitia menerima pendaftaran 6 bakal calon, terdiri dari Dr. max Sanam, Dr. yandris, Prof. Lumban Gaol, Prof Simon Sabon Ola, Prof. Herianus Lalel dan Dr. Frengky Bere.
"Per tanggal 27 Juli kemarin telah terdaftar 6 orang. Dari 6 orang itu dilakukan Verifikasi berkas, namun belum dilakukan verifikasi terkait calon memenuhi persyaratan atau tidak," kata Dr. Suban Garak.
Ia menjelaskan, panitia akan melaksanakan rapat dan memberikan catatan ke Senat. Senat akan memutuskan para pendaftar untuk menjadi bakal calon Rektor Undana periode 2021-2025.
Dr. Suban Garak menyebut, semua pendaftar bakal calon Rektor Undana berasal dari internal Undana. Tidak ada pendaftar yang berasal dari luar Undana.
Persyaratan umum yang harus dipenuhi bakal calon rektor termasuk kesehatan.
Sementara itu persyaratan khusus diantaranya, harus dosen berpendidikan minimal S3, dalam jenjang dosen pangkat pendaftar minimal lektor kepala, memiliki pengalaman manajerial paling rendah ketua jurusan, ketua prodi atau ketua lembaga minimal 2 tahun ataupun pernah menduduki jabatan eselon 2 minimal 2 tahun.
Baca juga: Dewan Minta Optimalkan Pengelolaan Limbah Medis di Incenerator Pemprov NTT
Dr. Suban Garak mengatakan, setelah penetapan pada 16 Agustus 2021, maka dilakukan pemilihan 3 bakal calon oleh 52 anggota Senat pada 26 Agustus 2021.
Tiga Bakal calon itu akan diinformasikan kepada Kemenristekdikti untuk pemilihan berikut pada Oktober 2021.
Pemilihan dilakukan bersama oleh Senat dan 35 persen suara Kementerian dari suara total bersama anggota Senat
"Jadi pemilihan dua kali, pertama tanggal 26 Agustus dan kedua bukan Oktober bantu. Pemilihan kedua bersama dengan Kemenristekdikti," jelas Dr. Suban Garak.
Dalam acara yang dipandu oleh Alfons Nedabang, Dr. drh. Max Sanam mengklaim telah mendapat dukungan mayoritas dari Senat Undana.
Dr. drh. Max mengaku, ada 3 motivasi utama yang mendorong dirinya ikut dalam suksesi Rektor Undana itu.
Baca juga: 3 Daerah PPKM Level 4, Pemprov NTT Ingatkan Koordinasi Untuk Pelaksanaan Penyekatan
Pertama, kata dia, selama 32 tahun ia telah berada dan menjadi bagian dari Undana.
"Lebih dari separuh hidup saya saya berikan bagi Undana. Undana sudah menjadi rumah. saya merasa terpanggil dan bertanggung jawab," ujar Dr. drh. Max.
Kedua, ia mengaku passionnya sebagai guru sehingga ia ingin mengabdikan dirinya di Undana.
Ia bahkan mengaku sudah lama ada yang menggoda dirinya untuk mengabdikan dirinya sebagai Rektor.
Dan ketiga, diakuinya, ada dukungan dan dorongan dari semua rekan, senior serta para profesor di Undana untuk meneruskan pengabdian di Undana dengan menjadi Rektor.
"Setiap keinginan kita, kita harus mengukur diri. Apakah kita mendapat dukungan atau tidak. Kalau tidak punya dukungan ya kita berhitung. Saya mendapat dukungan dan dorongan dari teman, senior dan Profesor. Cukup banyak dari civitas akademika," ungkap dia.
Baca juga: Pemprov NTT Tingkatkan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Risiko Tumpahan Minyak di Laut
Namun demikian, Dr. drh. Max mengaku menyerahkan seluruh harapan itu pada penyelenggaraan Tuhan.
"Terakhir kita serahkan kepada Tuhan. Kalau Tuhan kehendaki ya amini," Kata dia.
Namun terkait dukungan tersebut, ia enggan menyebut secara gamblang. Meski demikian, ia mengaku dukungan yang diberikan kepadanya cukup kuat, termasuk dari anggota senat.
"Saya tidak etis menyebut jumlah. Bagaimana saya latar belakang orang profesi. Saya merasa dukungan kuat, termasuk calon senat. Setidaknya lebih dari 50 persen," aku Dr. drh. Max.
Ia juga menyebutkan, menjadi rektor atau jabatan apa pun bukanlah tujuan akhir dari karya atau pengabdian. "Tujuannya kita bisa mengkapitalisasi jabatan kepada civitas, masyarakat serta Indonesia," tambah dia.
Dr. Yendris Krisno Syamruth, SKM., M.Kes, bakal calon rektor Undana lainnya, menyebut motivasi terbesar dirinya untuk ikut suksesi Rektor Undana adalah untuk pelayanan.
Baca juga: Cek Varian Delta, Pemprov NTT Kirim 500 Sampel Swab ke Laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI
Meski baru mengabdi selama 18 tahun di Undana, namun demikian ia ingin memberikan pelayanan lebih baik.
"Saya mau menawarkan darah baru dan darah segar serta mimpi baru dengan berpedoman pada sukses yang sudah di letak para pendahulu," kata bakal calon rektor termuda itu.
Selain itu, Dr. Yendris juga menyebut, ada izin dari keluarga dan rekan rekannya untuk berpartisipasi dalam suksesi serta membuktikan bahwa suksesi kampus pun milik orang muda.
Ia mengatakan, selama ini banyak yang menyebut pakem suksesi kampus sebagai suksesi milik senior atau orang tua.
"Dari permendikbud dikti memberi batasan maksimal bukannya minimal. Jadi misi saya ingin membawa kampus ini jadi kampus yang lebih sehat, unggul dan bermartabat," kata dia.
Ia mengatakan, kesempatan yang ada akan dimaksimalkan untuk persiapan. Ia ingin membawakan konsep dan terobosan baru.
Baca juga: Meninggal Di Kupang Akibat Covid-19, Bupati Sunur Dimakamkan di Lembata, Ini Penjelasan Pemprov NTT
Ia juga menyebut, partisipasinya dalam suksesi merupakan cara untuk memberikan arah baru bagi kampus.
Terkait persiapan, ia menyebut masih ada waktu untuk melakukan pendekatan kepada para pemilik suara.
Namun demikian, ia mengaku menyerahkan seluruh rangkaian suksesi pada kehendak Tuhan.
"Tuhanlah yang bisa membolak balikan semua. Saya yakin bahwa terpilih atau tidak terpilih, saya memberi mimpi besar bagi Undana," kata dia.
Selalu panitia, Dr. Suban Garak mohon dukungan seluruh civitas akademika dan masyarakat NTT untuk kesuksesan suksesi tersebut.
" Kira berharap proses ini berjalan lancar dan pada 6 Desember kita sudah memiliki Rektor baru. Siapapun dia kita harapkan dapat membangun dan membawa Undana menjadi lebih baik," pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/host-jurnal-politik-alfons-nedabang.jpg)