Breaking News:

Misteri Pulau Nuha Watan Peni dan Uniknya Kolam Raksasa di Wisata Pasir Timbul Meko Adonara

Keindahan Pulau Pasir Timbul Meko di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur sungguh tak terhingga

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Jutaan kelelawar beterbangan di atas hamparan pulau pasir timbul Meko 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Keindahan Pulau Pasir Timbul Meko di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur sungguh tak terhingga. Selain keunikan pasir timbulnya, ada pula gugus pulau-pulau kecil yang menyimpan misterinya sendiri-sendiri.

Sebut saja, Nuha Watan Peni. Dua pulau pada bagian barat Pulau Pasir Timbul Meko ini konon dihuni oleh seorang perempuan bernama Peni Utan Lolon.

Sosok perempuan ini dalam cerita lokal digambarkan sebagai sosok yang horror, sehingga dibuang ke pulau ini agar tidak mengganggu penduduk di Adonara.

Kehebatan ilmu santetnya, sering memakan korban terutama anak-anak. Ia dibuang seorang diri, hidup di pulau itu sampai akhirnya tamat riwayatnya.

Baca juga: Cerita Sang Pawang yang Bisa Keluarkan Jutaan Kelelawar di Pulau Pasir Timbul Meko - Adonara

Kabarnya, untuk bertahan hidup, perempuan horror ini memakan segala sesuatu yang bisa dimakan termasuk nyamuk. Sehingga bagi pengunjung saat berada di pulau ini, jangan heran karena tidak akan menemukan nyamuk di pulau tersebut.

Beberapa generasi Adonara, yang turunannya menjadi bagian dari pemberi hukuman terhadap Peni Utan Lolon kala itu, tidak berani mendatangi kawasan wisata Pulau Pasir Timbul Meko, karena takut mendapat balasan atau ganjaran dari perempuan horror yang diungsikan tersebut. Mereka takut akan terjadi sesuatu hal, bisa saja hilang secara tiba-tiba di kawasan tersebut.

Saat ini, dua pulau kembar yang diberi nama Nuha Watan Peni itu sudah ramai dikunjungi para wisatawan lokal. Kesan angker sudah mulai terkikis, namun sikap santun dan menjaga tutur kata menjadi kewajiban bagi setiap pengunjung yang datang kesana.

Di antara beberapa gugus pulau di lokasi itu, ada juga sebuah lingkaran air laut menyerupai kolam, yang oleh penduduk setempat, biasa disebut kolam raksasa.

Baca juga: Dinas Pariwisata Flores Timur Lakukan Negosiasi Penyerahan Lahan di Wisata Pasir Timbul Meko

Air laut dangkal di lingkaran itu berwarna biru muda menembus batas dasar tanpa terumbu karang atau biota laut lainnya, yang ada hanya hamparan pasir putih.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved