Berita TTU
Dosen Kimia Unimor Latih Penenun Buatkan Pasta dan Serbuk Warlami Indigo di Desa Amol TTU
Dosen Kimia Unimor Latih Penenun Buatkan Pasta dan Serbuk Warlami Indigo di Desa Amol TTU
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Gordy Donofan
Dosen Kimia Unimor Latih Penenun Buatkan Pasta dan Serbuk Warlami Indigo di Desa Amol TTU
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Empat orang dosen Prodi Kimia Fakultas Pertanian, Universitas Timor (Unimor), memberikan pelatihan kepada salah satu kelompok tenun di Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) selama dua hari, 25 dan 27 Juli 2021.
Keempat dosen tersebut adalah Marselina Theresia Djue Tea, Risna Erni Yati Adu, Jefry Presson dan Gebhardus Djugian Gelyaman dan jumlah anggota kelompok tenun yang diberi pelatihan sebanyak 25 orang.
Risna Erni Yati Adu, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, kegiatan Pembuatan Pasta dan Serbuk Warlami Indigo untuk Kelompok Penenun di Desa Amol ini bertujuan untuk menyediakan bahan baku pewarna untuk para penenun selama musim panas.
Dia menjelaskan, sebagian besar penenun menggunakan pewarna dari dedaunan seperti daun Tarum yang melimpah di musim hujan tapi jadi sulit ditemukan di musim kemarau.
Baca juga: Kadis Kominfo Belu, Johanes Prihatin Beri Pembekalan Bagi Mahasiswa Unimor
"Kendala ini yang buat kegiatan menenun jadi mandek," kata Risna.
"Makanya kami buat pengabdian dalam bentuk pelatihan pembuatan pasta dan serbuk yang bisa disimpan selama kurang lebih setahun," lanjutnya.
Lebih lanjut Risna mengatakan, pembuatan pasta dan serbuk dari daun Tarum terdiri dari beberapa tahap yaitu fermentasi, pengapuran, aerasi, penyaringan dan penjemuran.
Alumnus Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana ini mengungkapkan, ini merupakan kegiatan pertama bersama para penenun.
"Jadi, kota buat pengabdian ini karena waktu mahasiswa PKL di kelompok tenun ikat bulan Agustus tahun lalu, ada keluhan kalau bahan baku susah diperoleh di musim panas," ujar Risna.
Baca juga: Fakultas Pertanian Unimor Lakukan Kegiatan Pengabdian di Desa Kuaken, Noemuti Timur
Akibatnya,kegiatan menenun menjadi macet dimusim kemarau sehingga para dosen ini berinisiatif untuk mencari solusi agar dimusim panas pun aktivitas menenun tetap berjalan lancar.
Risna berharap, dengan adanya pelatihan ini, produktivitas ibu - ibu penenun semakin meningkat karena tidak lagi terhambat aktivitasnya akibat kesulitan bahan baku pewarna alam.
Dia mengungkapkan, para penenun do Desa Amol juga meminta agar lebih diperhatikan oleh pemda setempat terkait pemasaran produk tenun yang dihasilkan.