Kadis Kominfo Belu, Johanes Prihatin Beri Pembekalan Bagi Mahasiswa Unimor
menyesuaikan diri di lokasi PKM dan ilmu yang sudah mereka dapatkan menjadi bekal di dunia kerja dan dunia nyata.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Kadis Kominfo Belu, Johanes Prihatin Beri Pembekalan Bagi Mahasiswa Unimor
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG.COM, ATAMBUA--Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si memberikan pembekalan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Timor, di Aula Fisipol Unimor, Senin 5 Juli 2021.
Kadis Kominfo membawakan materi tentang Inovasi Pelaksanaan Tupoksi OPD khususnya Dinas Kominfo sendiri.
Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Fisipol Unimor yang akan melaksanakan Praktik Kerja Mahasiswa (PKM). Sebelum terjun ke dunia kerja, mahasiswa perlu dibekali sejumlah materi yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari.
Pada kesempatan itu, Kadis Kominfo, Johanes Andes Prihatin memaparkan materi yang berkaitan komunikasi dan informatika serta tantangan bagi mahasiswa di era digitalisasi.
Kata dia, mahasiswa saat ini harus dipersiapkan secara baik dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) agar mampu bersaing.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Belu Larang Semua Acara Keramaian, Pol PP Siap Pantau
"Ketika lepas dari status mahasiswa, kita bisa bersaing dimana saja. Dan salah satu persiapan yang dibutuhkan itu adalah merespon dinamika global. Artinya bagaimana cara kita merespon digitalisasi yang memang niscaya. Kita tidak bisa menolak, karena semua aspek kehidupan sudah masuk dalam digitalisasi", kata Jap, demikian sapaan Kadis Kominfo Kabupaten Belu.
Lanjutnya, kegiatan pembekalan yang dilakukan Fisipol Unimor saat itu dipandang sebagai bagian dari persiapan kampus untuk para mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja.
Ia mengapresiasi kepada Unimor yang terus meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Ketua Praktik Kerja Mahasiswa (KKN), Handrianus Vianei M. Wula, M.Si menjelaskan tujuan pembekalan ini agar mahasiswa yang akan melaksanakan PKM di lapangan mendapatkan pengetahuan sehingga saat mereka melaksanakan praktek nanti, mereka sudah memiliki pemahaman.
"Kami memberikan kepada mereka materi tentang bagaimana pemahaman pelaksanaan tupoksi OPD dan yang kedua sebelum kami melaksanakan pembekalan kami sudah melaksanakan survei dan input masukan dari Pemerintah daerah TTU, Malaka dan Belu," ucap ketua PKM.
Baca juga: 13 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Belu Meninggal Dunia
Handrianus berharap para mahasiswa dapat menyesuaikan diri di lokasi PKM dan ilmu yang sudah mereka dapatkan menjadi bekal di dunia kerja dan dunia nyata.
"Kepada adik-adik mahasiswa, ketika sudah berada di lokasi PKM dapat menyesuaikan diri dan semoga ilmu-ilmu dan teori yang sudah mereka dapat di kampus digunakan di lapangan sehingga bisa menjadi pengalaman ketika mereka berada di dunia pekerjaan dan dunia nyata", harapnya.
Untuk diketahui kegiatan ini mengusung tema "Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Kabupaten dalam Mewujudkan Good Governance.
Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir dalam diskusi panel ini, Ketua Araksi Provinsi Nusa Tenggara Timur Alfred Baun, SH yang membawakan materi Anti Korupsi. (*).