Fakultas Pertanian Unimor Lakukan Kegiatan Pengabdian di Desa Kuaken, Noemuti Timur

Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Timor ( Unimor) melakukan kegiatan pengabdian di Desa Kuaken, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kegiatan Pengabdian Dosen Fakultas Pertanian Unimor di Desa Kuaken, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU, 23 Juni 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Timor ( Unimor) melakukan kegiatan pengabdian di Desa Kuaken, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU.

Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, kegiatan bertema "Pemanfaatan Lahan Pekarangn melalui Sistem Tanam Vertikultur Budidaya Sayuran dengan Penggunaan Pupuk Kandang Sapi dan Biochar" telah dilakukan pada tanggal 23 Juni 2021 pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, kelompok tani yang semua anggotanya adalah wanita dan berdiri sejak tahun 2013 dan berjumlah 20 orang.

Kegiatan ini diketuai oleh Krisantus Tri Pambudi Rahardjo, SP., M.Sc dan didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Timor.

Salah satu tim pengabdian Wilda Lumban Tobing, SST., M.Agr mengatakan, kegiatan dilakukan bertahap mulai dari persiapan media tanam, persiapan pembuatan pipa vertikultur, persemaian, penanaman, perawatan hingga panen sayuran.

Baca juga: Penggiat Eko Enzim NTT gandeng Unimor Beri Pelatihan Pembuatan  Eco Enzym di Dusun Banopo TTU

 

Lebih lanjut, Wilda Tobing mengatakan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di KWT Mawar. KWT ini memiliki luas pekarangan 175 are dan berpotensi dijadikan sebagai lahan pertanian yang efektif.

Selama ini KWT menanam sayuran dalam bedengan - bedengan dimana dalam mempersiapkan lahan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sistem vertikultur.

Kondisi tanah yang kering dan berbatu menjadi beberapa kendala dalam persiapan lahan. Seringnya masyarakat tidak produksi sayur jika air tidak tersedia pada musim kemarau.

Jika dilakukan penanaman, maka akan ditanam didaerah yang dekat sumber air seperti sungai namun kendala lainnya adalah lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal.

Baca juga: Lantik 242 Wisudawan, Rektor Unimor: Sudah 8771 Sarjana Dilahirkan dari Lembaga Pendidikan Ini

"Hal ini menimbulkan kendala lainnya saat KWT yang semuanya ibu - ibu harus mengurus rumah tangga dan urusan lainnya seperti mengurus ternak dan kegiatan keagamaan," kata Wilda.

Dosen Prodi Agroteknologi ini mengatakan, masing - masing kegiatan mempunyai tujuan dimana penggunaan sistem vertikultur di lahan pekarangan dapat mengefisiensikan penggunaan lahan dan kebutuhan air terutama saat musim kemarau, memudahkan dalam mengolah lahan dan media tanam, memudahkan perawatan karena pekerjaan bisa dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya sebagai seorang wanita yang berumah tangga.

Salah satu dosen lainnya yang ikut dalam kegiatan ini Deseriana Bria, SP., M.Si mengatakan, biochar dari sekam padi ini dapat memperbaiki sifat tanah baik dari segi fisik, biologi maupun kimia.

"Biochar yang mudah diperoleh bahannya dan juga mudah dibuat ini sangat baik dalam memperbaiki struktur tanah. Struktur yang baik mendukung tanah menjadi lebih gembur, ruang pori terisi air dan udara sehingga memudahkan dalam penyerapan hara," ujarnya.

Boanerges Putra Sipayung, SP., MP, dosen di bidang Agribisnis menambahkan, adanya kegiatan ini membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai manajemen agribisnis subsistem budidaya sayuran terkait analisis pendapatan, biaya tetap, biaya variabel, nilai investasi dalam usaha, nilai maintenance alat, waktu kerja dan penggunaan tenaga kerja, efisiensi produksi melalui sistem tanam vertikultur dibandingkan penanaman di bedengan terlebih saat musim kemarau.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved