Oleh Boni Siregar

Catatan Penting Askab Manggarai Timur untuk Sepakbola NTT

Fary Djemi Francis, Lambert Tukan dan Chris Mboeik. Ketiga tokoh ini diharapkan mampu mengangkat prestasi sepakbola NTT.

Editor: Sipri Seko
Istimewa
Boni H Siregar 

-        Boldi Daga dari Askab Ende

-        Idris Boli Gemian dari Askab Sikka

-        Saleh Wongso dari Askab Flotim

-        Elias Ola Wurin dari Askot Kupang

Selama ini yang bertugas hanya 2 Pengawas saja, yakni Pak Bona dan Pak elias Ola, padahal kita memiliki beberapa Kompetisi yang memungkinkan Regenerasi itu terjadi. Sebuah ketakutan kami adalah bahwa, factor like and dislike masuk pada tataran ini. Hal ini dapat menghambat kemajuan sepakbola kita kedepan.

3.      Pembebanan biaya kegiatan

Kegiatan sepakbola yang digelar Asprov PSSI NTT di Kabupaten/Kota selama ini, membebankan seluruh anggaran kepada Kabupaten/Kota, mulai dari biaya Perangkat Pertandingan hingga Anggaran Hadiah Kejuaraan. Hal tersebut dapat berdampak pada konflik Kepentingan antara Perangkat Pertandingan dan Tuan Rumah. Selama Panitia membiayai seluruh kebutuhan perangkat pertandingan, selama itupula konflik kepentingan itu terjadi. Beban Moril akan selalu ada pada Perangkat Pertandingan, tidak heran jika dimana Tuan Rumah, disitu aka nada Juara baru. Independensi Perangkat Pertandingan akan sulit terjadi.

4.      Pasca kejuaraan

Setelah kompetisi selesai, tentu saja ada Klub/Askab/Askot yang berhak mengikuti Kompetisi di Level yang lebih tinggi. Selama ini, pembebanan anggaran untuk maju ke level berikutnya hanya bertumpu pada APBD kab. / Kota ataupun Klub tanpa bantuan Asprov PSSI NTT. Hal ini juga titik lemah dalam meningkatkan prestasi sepakbola kita.

c.       Solusi yang ditawarkan Askab Manggarai Timur

Terhadap berbagai hal tersebut diatas, kami Askab PSSI Manggarai Timur menyampaikan pokok – pokok Pikiran dan akan selalu menjadi bagian dari perjuangan kami yang kami titipkan kepada pengurus sepak bola NTT kedepan.

1.      Regenerasi Perangkat Pertandingan menjadi Conditio Qua Non dalam upaya memajukan sepakbola NTT. Batas Usia Wasit adalah 46 tahun sesuai Low Off The Game serta memiliki kemampuan dalam memahami Regulasi dan Fisik yang sehat. Perlu ada mekanisme baru dalam pola perekrutan Wasit yang memimpin Pertandingan di NTT. Seleksi harus dijalankan, daerah diberi ruang merekomendasikan wasit terbaik dari daerahnya. Pengawas Pertandingan yang sudah ada dibekali Kembali dan dilakukan rotasi pada beberapa even yang ada.

2.      Biaya Perangkat Pertandingan harus menjadi tanggung jawas Asprov dan bukan menjadi tanggung jawab panitia, sehingga dapat dengan leluasa dan bebas dalam mengambil keputusan dilapangan.

3.      Seleksi Pemain Pra PON NTT perlu dilakukan diberbagai Zona atau wilayah yang memungkinkan semua potensi dapat digali, dengan biaya yang disiapkan Asprov. Jika perlu, dapat dilakukan diseluruh kabupaten/Kota yang ada. NTT punya banyak Pemain yang dapat mengharumkan NTT dihari depan.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved