Breaking News:

Berita TTU

Dandim 1618/TTU :  Kami Sudah Tahan dan Memroses Hukum Pelaku

EP kemudian turun dari motor dinas dan langsung memotret ketiga orang anak yang sedang bermain biliar tersebut dengan kamera handphone

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Pose Dandim 1618/TTU saat meminta maaf kepada keluarga korban, Sabtu, 31/07/2021. 

Dandim 1618/TTU :  Kami Sudah Tahan dan Memroses Hukum Pelaku

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S. Sos, memastikan telah menindaktegas pelaku penganiayaan dua orang remaja di Kabupaten TTU, Provinsi NTT.

"Kami sudah tahan pelaku dan sedang memroses hukum pelaku sesuai aturan yang berlaku bang," ujar Letkol Arm Roni melalui pesan WhatsApp yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu, 31 Juli 2021.

Ia mengakui bahwa, pasca menerima informasi penganiayaan oleh anggota TNI tersebut, dirinya langsung bergegas ke rumah keluarga korban untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalan  secara kekeluargaan dengan keluarga korban yakni orangtua dari YN dan MJ.

Kodim 1618/TTU, lanjutnya, membantu biaya pengobatan terhadap MJ yang diserahkan kepada orangtua yang bersangkutan karena luka memar di bibir.

Sedangkan, korban YN, telah diantar oleh satuan Kodim 1618/TTU dan tenaga medis ke RS Leona Kefamenanu didampingi orangtua korban untuk menerima perawatan.

Baca juga: Politisi Senior PDI-P Mantan Calon Bupati TTU Langsung Dimakman di Maubesi dengan Protokol Covid-19

Lebih lanjut disampaikan Letkol Arm Roni,  Pasiintel, Unit Intel dan Subdenpom Atambua telah melakukan olah TKP dan sedang melaksanakan BAP terhadap Kopka Elias Punef dan melakukan penahanan sementara di sel Makodim dan selanjutnya menyerahkan berkas kepada Subdenpom Atambua.

Sebelumnya, Dua orang remaja di Kabupaten TTU, dianiaya seorang oknum aparat TNI dengan pangkat Kopral Kepala bernama Elias Punef (EP), yang merupakan salah satu anggota Koramil Biboki Selatan.

Dua orang remaja berinisial MJ(15) dan YN (17) ini dianiaya di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, NTT karena diduga melanggar protokol kesehatan Covid-19. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved