Berita Lembata

Mobil Ambulance di Lembata Harga Ratusan Rupiah, Tapi Sopir Tidak Ada 

pemerintah membeli kendaraan yang harganya ratusan juta namun sopir yang dibayar dengan gaji sesuai standar UMR sebesar Rp 1,600.000 tidak bisa

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday saat meninjau lokasi ruas jalan di Ile Ape Timur yang rusak akibat banjir pada 4 April 2021 yang lalu.  

Mobil Ambulance di Lembata Harga Ratusan Rupiah, Tapi Sopir Tidak Ada 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM,LEWOLEBA - Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday menyebutkan sangat tidak masuk akal, membeli mobil ambulance yang harganya Rp 400 juta hingga Rp 500 juta namun sampai di Lembata sopirnya tidak ada.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday saat pertemuan yang dihadiri para dokter, Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, di halaman kantor bupati Lembata, Senin, 26 Juli 2021. 

Dalam pertemuan tersebut, ada kepala Puskesmas yang menyampaikan kalau di Puskesmas ada dua mobil ambulance namun satunya tidak bisa beroperasi karena sopir tidak ada.

Ada juga sopir yang membawa mobil ambulance namun tidak ada gaji.

Baca juga: Pembangunan Rumah Relokasi di Lembata Ditargetkan Tuntas 30 November 2021

Untuk membayar gaji sopir, terpaksa tenaga kesehatan di puskesmas saat terima gaji mengumpulkan uang untuk membayar gaji sopir.

Uang yang dikumpul dari pegawai Puskesmas bisa mencapai Rp 500 ribu dan diberikan kepada sopir.

Padahal kerja sopir ini sangat berat apalagi saat pandemi Covid-19 mereka mempertaruhkan nyawa kala membawa pasien Covid-19 atau membawa jenasah Covid-19.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan tidak habis pikir, pemerintah membeli kendaraan yang harganya ratusan juta namun sopir yang dibayar dengan gaji sesuai standar UMR sebesar Rp 1,600.000 tidak bisa.

Baca juga: Tidak Tercium Bau Belerang Dari Uap Panas di Desa Tanjung Batu Lembata

Ia mengatakan banyak anak yang bisa membawa mobil mengapa tidak mempekerjakan mereka dengan gaji standar UMR. Karena itu ia minta supaya hal ini bisa diperhatikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. (*)

Berita Lembata Terkini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved