Senin, 27 April 2026

Kapolsek Golewa Sebut 10 Unit Warung Milik Warga di Pasar Malanuza Ludes Terbakar

Akibat dari terbakarnya Pasar Minggu Malanuza  di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada menyebabkan 10 warung milik warga ludes terbakar

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Anggota TNI bersama warga saat memadamkan api di Pasar Minggu Malanuza, Senin 26 Juli 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM,  BAJAWA-Kapolsek Golewa, Ipda A. A Gede mengaku bahwa, akibat dari terbakarnya Pasar Minggu Malanuza  di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada menyebabkan 10 warung milik warga ludes terbakar.

Sepulu warung tersebut milik Yohana Elisabet Duka, Anselmus Menge, Yohanes Djawa, Robertus Jando, Hermania Redo, Wilberta, Marselinus Dhedho, Leonarfus Raja, dan Zakarias Gope, serta Marianus Bota.

Gede mengatakan, kobaran api dengan cepat melahap habis 10 unit bangunan warung yang ada di kompleks pasar mingguan Malanuza tersebut.

Selain itu, api juga membakar kompor jenis hook 8 unit, mesin giling kopi sebanyak 2 unit, mesin parut kelapa 1 unit, piring, gelas, termos air, meja 8 unit, dan kursi plastik.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG, Waspada Potensi Terjadinya Kebakaran Lahan di Wilayah NTT

"Total kerugian dari kejadian kebakaran tersebut sekitar Rp. 150 juta," ungkapnya.

Kapolsek Gede menambahkan, terkait dengan penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Golewa.

Diberitakan sebelumnya, Pasar Minggu di Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada dilahap si jago merah. Pasar yang dibuka setiap hari Sabtu tersebut terbakar pada, Senin 26 Juli 2021 sekira pukul 10:30 Wita.

Kapolsek Golewa, Iptu A. A. Gede Semadi kepada Pos Kupang, Senin 26 Juli 2021 membenarkan peristiwa tersebut.

Baca juga: Polisi Diminta Usut Tuntas Penyebab Kebakaran Gedung SMPN Fatuknutuk di Sasitamean

Gede mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi Helena Ule bahwa pada pukul 10:30 wita, saksi Helena sedang berada di depan rumahnya yang berada dalam kompleks pasar malanuza.

Pada saat itu, saksi Helena mendengar adanya bunyi ledakan yang berasal dari dalam area pasar tepatnya di salah satu bangunan warung di pasar tersebut.

Setelah mendengar bunyi ledakan tersebut, Helena melihat ada asap tebal dan kobaran api besar yang berasal dari salah satu warung dalam pasar itu.

Akhirnya Helena pun berteriak meminta pertolongan. Pada saat itu, dua saksi lainnya yakni Maria Jut dan Udis Kodo yang berada jauh dari TKP mendengar suara teriakan minta pertolongan dari Helena.

Mendengar suara dari Helena, Maria dan Udis mendatangi sumber ledakan dan melihat ada asap tebal dan kobaran api yang besar dari salah satu warung milik salah seorang warga.

Para saksi berlari dan berteriak meminta pertolongan dari warga lainnya untuk memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban yang berada di dalam warung tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved