Breaking News:

Berita Internasional

China Tolak Tuduhan Sumber Virus Corona, Sebut WHO dalam Tekanan Amerika dan Barat

Meski WHO sudah menemukan bukti-bukti sumber virus corona dari laboratorium di Wuhan , namun sejauh ini China tak mengakui

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
dailymail
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying dan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

POS KUPANG.COM -- Hingga kini perdebatan mengenai asal usul virus corona belum juga selesai meski penyeharan Covid-19 ini sudah hampir memasuki tahun kedua

Meski WHO sudah menemukan bukti-bukti sumber virus corona dari laboratorium di Wuhan , namun sejauh ini China tak mengakui

Bahkan, Beijing menuduh WHO sudah dibawa tekanan Amerika Serikat dan negara-negara barat

Global Times merilis pengamat China mengatakan , Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyerah pada berbagai lapisan tekanan politik Barat yang dipimpin AS yang menyerukan China untuk transparan dan terbuka dalam studi asal Covid-19 lebih lanjut.

Baca juga: Ingat Wuhan? Begini Kondisi Kota di China Sumber Virus Covid 19 Dulu, Bikin Syok Berubah Drastis

Lebih lanjut dijelaskan, tuduhan itu tidak dapat menggantikan pandangan ilmiah mayoritas tentang hipotesis asal-usul alam dan akan mempertanyakan kredibilitas dan profesionalisme WHO.

Tedros mengatakan pada konferensi pers hari Kamis bahwa mendapatkan akses ke data mentah telah menjadi tantangan untuk studi asal-usul Covid-19 fase 1, meminta China untuk transparan, terbuka, dan bekerja sama.

Terlebih lagi, dia mengatakan ada "dorongan prematur" untuk mengesampingkan teori bahwa virus mungkin telah lolos dari laboratorium.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers hari Jumat bahwa para ahli internasional dari kelompok studi China-WHO tentang asal-usul Covid-19 mengatakan berkali-kali bahwa mereka mengakses data dan informasi substantif dan sepenuhnya memahami bahwa beberapa informasi tidak dapat disalin atau diambil. keluar dari China karena privasi.

Baca juga: Covid-19 di Indonesia Makin Membahayakan, WHO Desak Presiden Terapkan Lockdown, Benarkah? Simak Ini

Tedros dijadwalkan untuk berbagi proposal untuk studi fase 2 tentang asal-usul virus corona dengan negara-negara anggota pada hari Jumat, kata direktur daruratnya Mike Ryan.

Zhao mengatakan bahwa China sedang mempelajari proposal untuk studi fase 2, dan studi fase berikutnya harus dipimpin oleh negara-negara anggota, disetujui melalui konsultasi dan berdasarkan laporan studi bersama China-WHO, yang menyimpulkan bahwa hipotesis kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved