Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juli 2021: Beban Hidup
Setiap orang punya bebannya masing-masing. Seperti memanggul sebuah karung beras yang sangat berat, yang membuat diri sungguh terbebani dalam hidup.
Kata-Nya penuh simpatik kepada kita, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat 11:28). Ini ajakan dari-Nya agar kita datang kepada-Nya dengan segala beban kita.
Tapi persoalan beratnya, untuk datang kepada-Nya, kita harus menyangkal diri sendiri, memikul salib dan mengikuti-Nya. Ini tuntutan yang tak bisa ditawar-tawar.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan" (Mat 11:29).
Memang tidaklah gampang. Mungkin kita cenderung bersikap instant, tak mau berkorban, tak mau melepaskan keterikatan dengan apa yang kita miliki.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 12 Juli 2021: Pedang
Satu lagi halangan terberat yang merintangi adalah kita tak berani mengingat dosa yang sekian banyaknya. Kita tidak dapat melaksanakan langkah penentuan. Kekuatan kita tidak memadai.
Kalau begitu, bisakah kita melakukan seperti pendosa wanita, yang tidak dapat berbuat lain daripada menangisi dosanya. Tangisilah dosa-dosamu, tetapi tangisilah di kaki Yesus; dan Yesus akan mengeringkan air matamu dan mengangkat dirimu dari debu tanah, "Dosamu telah diampuni, pergilah dengan damai".
Atau, lakukanlah seperti penyamun di salib, yang tak dapat berbuat lain kecuali memalingkan diri kepada Yesus dengan pintanya agar Yesus ingat kepadanya bila Ia telah sampai ke dalam kerajaan-Nya. Berpalinglah kepada Yesus dengan cinta kasih, betapa pun kecilnya. Dengan cinta-Nya yang besar, Yesus akan menghilangkan bebanmu.*