Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 13 Juli 2021: Dosa Nirtindakan
Hari ini kita baca Yesus mengecam tiga kota: Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Khorazim adalah kota yang letaknya di sebelah utara
Tentu saja, karena mendapatkan banyak rahmat dari Yesus secara kuantitas maupun kualitas, maka Yesus menuntut pertanggungjawaban “lebih” atas semua ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 8 Juli 2021: Bukan Komersialisasi Pewartaan
Ketika hidup mereka tidak pernah bertobat karena kedegilan dan kesempitan cara pandang yang tidak keluar dari “ghetto” agama Yahudi yang formalistik dan ritualistik-banyak kali mendapatkan porsi kritik Yesus-maka penduduk tiga kota ini sangat pantas mendapatkan kecaman bahkan hukuman dari Yesus.
Mestinya, penduduk tiga kota ini bertobat dari sejarah masa lalu dan meretas sebuah masa depan hidup baru berdasarkan karya mukjizat dan warta Kabar Gembira dari Yesus (bdk. Pax et Bonum: 2019).
Penduduk tiga kota ini meski mendapatkan privilese dari Yesus, tapi tidak bertobat karena sikap masa bodoh, cuek dan “malas tahu.”
Mukjizat dan warta keselamatan dari Yesus dianggap “angin lalu” saja. Mereka tetap berkubang dalam dosa tanpa ada niat dan upaya secuil pun untuk beralih dari hidup lama dan “mengenakan” Sabda Yesus untuk membangun sebuah habitus hidup baru.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Wajah Belas Kasih
Yesus sadar bahwa sikap masa bodoh, cuek, “malas tahu” adalah sebuah pedang sangat berbahaya yang mampu membunuh optimisme, harapan untuk sebuah masa depan di dalam Kerajaan Allah.
Sikap-sikap macam ini merupakan dosa yang mesti diperangi karena bisa membuat iman membeku dan mati dalam kesadaran pasip.
Orang tidak melakukan kekerasan apa pun tapi orang hanya diam tanpa upaya yang merupakan implikasi dari gerakan Roh Kudus agar bergerak merenovasi dan meratifikasi kehidupan yang lama menjadi lebih baru, segar dan berpengharapan.
Akibat lebih fatal adalah orang tidak melakukan apa-apa untuk memperbaiki diri dan hidup. Dosa tidak melakukan apa-apa ini merupakan ancaman terbesar zaman ini yang menuntut partisipasi kita dalam membarui wajah dunia menjadi lebih beradab dan manusiawi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Wajah Belas Kasih
Mari kita salibkan sikap masa bodoh, cuek dan tidak melakukan apa-apa untuk membangkitkan harapan hidup yang baru.
Ketika kita tidak melakukan apa-apa, dosa itu mematikan keberadaan kita sebagai murid Kristus. Kita telah mendapatkan banyak rahmat dari Tuhan yang mesti menerbitkan tanggung jawab lebih besar dalam kerja konkret demi pemurnian wajah Kerajaan Allah.
Mari kita bangkitkan harapan hidup baru dengan mengasihi sesama yang menderita selama masa pandemi Covid-19 ini.
Masa bodoh adalah dosa yang akan mematikan peradaban kemanusiaan kita. Yesus butuh tindakan nyata belas kasih sebagai ungkapan tobat. *