Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Wajah Belas Kasih

Banyak orang selama ini mengikuti Yesus, tapi Dia hanya memanggil dan memilih dua belas orang sebagai rasul.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Wajah Belas Kasih (Mat 10: 1-7)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Yesus membutuhkan manusia untuk menjadi utusan-Nya. Banyak orang selama ini mengikuti Yesus, tapi Dia hanya memanggil dan memilih dua belas orang sebagai rasul.

Mereka akan melaksanakan pekerjaan-pekerjaanNya di dunia ini. Mereka diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Yesus mengutus para rasul dengan cara yang istimewa. Bukan untuk orang-orang kafir atau orang Samaria, tetapi kepada domba-domba yang hilang di Israel. Umat yang masih setia kepada Allah (Mzm 74:1-2). Mereka yang sungguh menantikan belas kasih dari Tuhan.

Tuhan memilih para rasul bukan orang sempurna. Mereka adalah manusia biasa dan lemah. Tuhan melengkapi mereka dengan kekuatan-Nya agar tegar sebagai pengikut-Nya di tengah dunia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Pergilah dan Beritakanlah, Kerajaan Surga Sudah Dekat

Petrus adalah rasul yang berjanji penuh percaya diri untuk mengikuti dan menjaga Yesus, tetapi dia akhirnya menyangkal Yesus tiga kali dan tampak tidak berdaya di hadapan seorang perempuan penjaga istana Pilatus.

Matius adalah seorang pemungut cukai dan bagi orang-orang Yahudi, orang-orang seperti dia selevel dengan kaum pendosa karena memeras keringat bangsanya sendiri untuk mengabdi bangsa Romawi. Tetapi Tuhan melihat hatinya tulus dan terbuka untuk mengabdi kepadaNya.

Yudas Iskariot memang Yesus tahu akan mengkhianati-Nya, tetapi tetap dipilih bahkan diberi kepercayaan menjadi bendahara komunitas para rasul Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Starting Twelve

Thomas adalah rasul yang cerdas dan kritis, tidak mudah percaya pada apa kata rekan-rekannya sehingga ia juga diberi label Didimus yang artinya “kurang percaya”.

Yakobus dan Yohanes memiliki ambisi terselubung dalam mengikuti Yesus yaitu duduk di sebelah kiri dan kanan Allah pada waktu pengadilan terakhir.

Sementara itu para rasul yang lain diduga kuat masuk dalam gerakan bawah tanah untuk melawan orang-orang Romawi yang menjajah Israel waktu itu.

Tuhan mengetahui semua hasrat dan gerakan “politik” para rasulnya. Dan Ia tetap memilih mereka menjadi mitra kerjaNya dalam mewartakan Kabar Gembira kepada “domba-domba yang hilang di Israel.”

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 6 Juli 2021, Vultus et Motus: Melihat dan Tergerak Hati

Kelemahan dan keterbatasan manusiawi mereka justru membuat mereka lebih terbuka menerima saluran berkat dan rahmat Allah sehingga mereka yang lemah menjadi kuat dan siap diutus Yesus ke seluruh semesta ini.

Kitab Suci mencatat bahwa hanya Yudas Iskariot saja yang menyalahgunakan kebebasannya dengan menggadaikan rahmat Allah yang ia terima melalui kepercayaan dalam kebersamaan komunitas pengikuti Kristus.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved