Ketegasan Anies Baswedan Di Tengah PPKM Darurat di Jakarta, Dari Segel Kantor Hingga Pecat Pegawai

Sejak pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, 3 Juli 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi trending topik.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memarahi bos Ray White Indonesia di kantor perusahaan tersebut, Selasa 6 Juli 2021 lantaran tak mematuhi PPKM Darurat. Tangkapan layar dari instagram story Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sidak ke kantor Ray White Indonesia Selasa pagi. 

POS-KUPANG.COM – Sejak pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa dan Bali, 3 Juli 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi trending topik.

Mantan Mendikbud ini jadi bahan pergunjingan lantaran ketegasannya dalam memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar PPKM Darurat.

Bahkan Anies Baswedan selalu berada pada garis paling depan dalam menindak siapa pun pihak yang tidak patuh terhadap aturan PPKM Darurat.

Salah satu ketegasan Anies Baswedan, terlihat ketika menghardik HRD Ray White Indonesia yang masih mewajibkan karyawan bekerja dari kantor

Baca juga: Ini Alasan Gubernur Anies Baswedan Pecat 8 Karyawan Dishub DKI Jakarta di Tengah PPKM Darurat

Tak hanya itu. Anies Baswedan juga menyegel kantor tersebut dan meminta semua karyawan bekerja dari rumah,

Bahkan Anies Baswedan juga naik pitam ketika mendapati ibu hamil juga dipaksa bekerja dari kantor.

Dan yang membuat darahnya semakin mendidih, adalah pemimpin di perusahaan tersebut adalah seorang wanita.

Semua moment tersebut dibagikan Anies lewat unggahannya di akun instagram miliknya (@aniesbaswedan).

Baca juga: Anies Baswedan Pecat 8 Karyawan Dishub, Nongkrong di Warung Kopi Hingga Malam Saat PPKM Darurat

"Ada ibu hamil tetap bekerja, saya sampai tegur tadi manager human resourcesnya," ucapnya, Selasa 6 Juli 2021.

Orang nomor satu di DKI ini makin geram setelah mengetahui bahwa manajer HRD di perusahaan itu merupakan seorang wanita.

Menurutnya, manajer HRD itu seharusnya bisa melindungi seluruh karyawannya, khususnya ibu hamil.

"Saya katakan, harusnya seorang ibu lebih sensitif, lindungi perempuan, lindungi ibu hamil, tidak seharusnya

mereka berangkat bekerja seperti ini," ujarnya.

Baca juga: Bukan Jadi Presiden, Sosok Ini Sebut Anies Baswedan Lebih Cocok Jadi Gubernur Daerah Ini, Siapa?

Keselamatan ibu dan sang bayi yang ada di dalam kandungan itu pun terancam dengan adanya pandemi Covid-19.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, perusahaan itu tak hanya melanggar aturan, tapi juga tidak punya rasa kemanusiaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved