Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Starting Twelve

Italia dan Spanyol bentrok pada babak semifinal Piala Eropa atau Euro 2020, yang digelar di Stadion Wembley, London, Rabu (7/7/2021) dini hari tadi.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Starting Twelve (Matius 10:1-7)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Italia dan Spanyol bentrok pada babak semifinal Piala Eropa atau Euro 2020, yang digelar di Stadion Wembley, London, Rabu (7/7/2021) dini hari tadi.

Untuk bisa meraih kemenangan, kedua tim kembali menggunakan formasi andalan mereka.

Menariknya, baik Italia maupun Spanyol, sama-sama menggunakan formasi pakem 4-3-3, selama perhelatan Euro 2020. Formasi inilah yang digunakan Gli Azzurri (julukan timnas Italia) dan La Furia Roja (julukan timnas Spanyol) dan berhasil mengantarkan mereka melaju ke semifinal.

Formasi 4-3-3 memang terbilang sangat ofensif di sepakbola era modern, dengan mengandalkan tiga pemain di lini depan, didukung oleh empat pemain belakang (bek), tiga pemain tengah (gelandang).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 6 Juli 2021: Pekerja Berbelas Kasih

Dua bek di samping sisi lapangan (bek sayap) punya peran tambahan untuk maju ke depan sehingga menjadi lebih krusial dalam bergerak ofensif atau menyerang.

Sementara di sektor tengah, dua dari tiga gelandang memiliki tugas lebih dalam membangun serangan. Satu lainnya bertanggung jawab untuk fokus di lini pertahanan.

Dengan formasi itu, masing-masing pelatih tentu menentukan siapa-siapa pemain yang diturunkannya. Pemain-pemain yang terpilih masuk dalam line up pastilah yang diyakini dapat menerapkan strategi yang dirancang pelatih untuk berjibaku memenangkan laga hidup mati itu.

Dari dua puluh enam pemain yang dibawanya, baik Roberto Mancini (pelatih Italia) dan Luis Enrique (pelatih Spanyol) memilih pemain-pemain yang sungguh siap tempur menjadi starting eleven (XI).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 6 Juli 2021, Vultus et Motus: Melihat dan Tergerak Hati

Kisah injil berbicara tentang Yesus memanggil orang-orang pilihan-Nya. Dari sekian banyak murid yang mengikuti-Nya, Yesus memilih dua belas orang menjadi starting twelve (XII). Disebutkan nama kedua belas orang itu satu persatu.

Dalam Kitab Suci, penyebutan nama memiliki arti penting. Nama setiap murid Yesus itu menunjukkan pribadi mereka masing-masing.

Beberapa kali kita membaca pula Yesus memanggil rasul-rasul-Nya dengan nama mereka masing-masing. Dari nama itu, kita bisa mengetahui bagaimana pribadi rasul tersebut dan bagaimana mereka menanggapi panggilan Yesus.

Namun pemilihan dan penyebutan nama kedua belas murid itu bukan melulu atas dasar pertimbangan latar belakang dan karakter dari masing-masing mereka. Ada pertimbangan yang jauh lebih mendalam, yakni berkenaan dengan visi yang harus diwujudkan dengan tugas yang dijalankan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 6 Juli 2021: Lelah dan Telantar

Visi utama tak lain adalah Kerajaan Allah harus diberitakan dan diwujudkan". Demi perwujudannya mau tidak mau harus bertempur dan memenangkan pertarungan melawan roh-roh jahat yang menggangu dan merintanginya. "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan" (Mat 10:1).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved