Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juli 2021: Wajah Belas Kasih
Banyak orang selama ini mengikuti Yesus, tapi Dia hanya memanggil dan memilih dua belas orang sebagai rasul.
Nama Yudas Iskariot selalu disebutkan terakhir dengan julukan gelap di belakangnya “Yang mengkhianati Dia.”
Fakta ini menegaskan bahwa sejak awal, Kristus tahu hati Yudas yang bengkok dan ia akan menjadi pengkhianat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 5 Juli 2021: Kekuatan Harapan
Hal ini mesti menyadarkan gereja bahwa di antara orang-orang yang saleh dan setia mengikuti Tuhan, selalu saja ada orang berperilaku seperti Yudas yang bisa menghadirkan skandal di ruang sakral dan terhormat.
Selalu ada lalang di antara tanaman gandum. Pada waktunya orang akan tahu bahwa ada lalang yang berdiri menghimpit gandum dan merebut makanan darinya.
Selalu akan hadir momen pemisahan antara lalang dan gandum. Orang-orang munafik akan muncul secara alamiah dalam proses kebersamaan.
Kehadiran orang-orang model Yudas ini mesti menjadi seperti tanur untuk menguji kemurnian iman kita. Orang-orang seperti ini perlu ada bersama kita agar kita melalui hidup ini dengan sadar dan kritis.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 5 Juli 2021: Iman, Amin, Aman
Meskipun di dalam gereja selalu ada Yudas atau lalang, kuasa yang diberikan Tuhan kepada para rasul tidaklah menjadi berkurang hanya karena kehadiran dan tindakan buruk mereka itu.
Seleksi alamiah akan berlangsung di luar kesadaran manusiawi kita. Tuhan mampu mengubah segala sesuatu yang mungkin menjadi mungkin.
Di hadapan Tuhan yang telah memanggil, memilih dan mengutus, kita merefleksikan diri kita. Tuhan setia memanggil kita dengan nama kita sendiri. Unik dan khas. Orang Latin bilang, “Nomen est omen.” Nama itu tanda.
Nama itu sesuatu yang menyatu dengan keutuhan diri dan sejarah hidup kita. Tuhan mengenal kita dengan cara yang sederhana. Ia tahu kelemahan dan keterbatasan manusiawi kita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 4 Juli 2021: Fides Obligat Fidem; Kepercayaan Menuntut Iman
Para rasul dengan beragam latar belakang dan karakter adalah representasi, gambaran dari kita. Tuhan memberi kekuatan dan rahmat yang sama kepada kita.
Semoga rahmat dan kuasa Tuhan itu menjadi kekuatan bagi kita agar menjalankan perutusan Tuhan ke ruang-ruang sosial dunia untuk menggarami dan meneranginya agar setia pada jalan-Nya dan jika bengkok seperti Yudas, segera berbalik ke jalan Tuhan.
Tuhan memberi kuasa dan rahmat itu tidak untuk diri kita sendiri, tapi untuk “domba-domba yang hilang di Israel.”
Mari kita sapa dan mengasihi semua orang, solider dengan semua pengungsi dan korban pandemi Covid-19 ini dengan wajah Kristus yang berbelas kasih. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)