Breaking News:

Pemkab Belu Pakai Dua Pola Pembelajaran di Masa Pandemi, Ini Bentuk Pembelajarannya

Pemerintah Kabupaten Belu membuat kebijakan pembelajaran di sekolah-sekolah pada masa pandemi COVID-19. Ada dua pola yang bisa dilakukan

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD memprediksikan tiga Tim Nasional (Timnas) yang bisa menjuarai Piala Eropa atau Euro 2021. K 

POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBU - Pemerintah Kabupaten Belu membuat kebijakan pembelajaran di sekolah-sekolah pada masa pandemi COVID-19. Ada dua pola yang bisa dilakukan sekolah yakni, pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh. 

Pengambilan kebijakan ini didasari perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid-19 selama tiga minggu terakhir cenderung naik. Sesuai data Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Belu keadaan Minggu 4 Juli 2021 menunjukkan, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam kurun waktu tiga minggu sebanyak 117 orang. Meninggal dunia satu orang. 

Kebijakan pembelajaran bagi sekolah-sekolah tertuang dalam Surat Edaran Bupati Belu nomor 360/BPBD/79/VII/2021. Sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten adalah SD dan SMP namun edaran ini berlaku bagi semua satuan pendidikan. 

Dalam surat edaran termuat enam poin, pertama; dalam hal pendidik dan tenaga pendidikan pada satuan Pendidikan telah divaksinasi secara lengkap maka dapat dilaksanakan  pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.

Kedua; orang tua atau wali dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi peserta didiknya.

Ketiga; dalam hal jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di satuan Pendidikan maka dapat dilakukan penanganan kasus yang diperlukan  dan pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan dapar diberhentikan sementara.

Keempat; dalam hal terdapat kebijakan yang dikeluarkan  pemerintah pusat atau pemerintah Kabupaten Belu untuk mencegah dan pengendalian covid-19 pada suatu wilayah tertentu maka pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan dapat diberhentikan sementara sesuai jangka waktu yang ditentukan dalam kebijakan tersebut.

Kelima; satuan pendidikan wajib memenuhi semua sarana dan prasarana yang ditentukan berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka terbatas dan mengisi daftar persiapan pemeriksaan sesuai ketentuan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved