Rusak Akibat Badai Seroja, Gereja Sion Oeli'i di Kabupaten Kupang Dibangun Ulang

setiap doa yang dipanjatkan masyarakat jemaat Tubutuan telah di dengar dan dikabulkan oleh Tuhan.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Wakil bupati Kupang, Jerry Manafe (kanan) bersama Pendeta Gereja Sion Oeli'i, Yeni Tuhaheo (kiri) saat melakukan peletakan batu pertama di gereja Sion Oeli'i 

"Jujur, kami sangat menyambut baik. Karena kami punya keinginan untuk membangun kembali rumah Tuhan seperti semula. Itu harapan kami," ungkapnya.

Menurutnya, proses pembngunan gereja merupakan swadaya dari masyarakat desa setempat dan para antusiasantusias, tanpa adanya intervensi dari pihak Pemerintah Kabupaten Kupang.

Pasca badai seroja, pihaknya langsung menemui Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Maseneno untuk menyampaikan keluhan dan meminta intervensi pemerintah dalam membangun kembali gedung gereja.

Baca juga: Dana Tunggu Hunian untuk 2.375 Korban Seroja di Kabupaten Kupang  Mulai Tersalurkan, Ini Besarannya

"Dalam pertemuan itu, bupati telah bersedia untuk membantu proses pembangunan gereja. Tetapi hingga sekarang, belum ada bantuan yang datang dari Pemkab Kupang," ungkapnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap respon cepat dari Pemkab Kupang untuk membantu proses pembangunan gereja Sion Oeli'i, yang ditargetkan akan selesai dalam jangka waktu 3 bulan itu.

"Tentu kami seluruh jemaat sangat membutuhkan perhatian dan respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Kupang," pungkas Eben.

Sementara Pendeta Gereja Sion Oeli'i, Yeni Tuhaheo, yang mewakili seluruh jemaat mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan bersukacita, karena masih banyak orang baik yang mau peduli dan membatu pembngunan gereja.

Baca juga: Niat Memancing Warga Kabupaten Kupang Meninggal Dunia Dimangsa Buaya

"Kami berayukur dan berterima kasih kepada Tuhan, kalau bukan Tuhan, tidak mungkin hari ini kita bersama untuk beribadat dan memulai peletakan batu pertama," jelas Pendeta Yeni.

Dia menjelaskan, pasca ambruknya gedung Gereja Sion Oeli'i, pihknya bersama 178 jemaat harus menjalani ibadat dan kebaktian di salah satu gedung sekolah Desa Oenaek.

Namun, kata dia, gedung sekolah yang digunakan sebagai tempat ibadat hanya bertahan selama dua minggu, karena para siswa harus menggunakan gedung untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN)

"Selanjutnya, ada jemaat yang memberikan lahan kosongnya untuk membangun tenda darurat sebagai tempat ibadat kami. Dan sampai sekarang masih ibadat disitu," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kanisius Tewas Dimangsa Buaya di Nunkurus-Kabupaten Kupang

Dengan pembangunan gedung gereja baru, dirinya berharap agara semangat dari seluruh jemaat untuk beribadah memuliahkan Tuhan semakin besar.

Dia menambahkan, anggaran yang digunakan untuk membangun gereja merupakan sumbangan dari sejumlah donatur dan masyarakat desa setempat.

"Setahu saya, sumbangan 20 persen dari jemaat, dan 80 persen dari para donatur. Untuk sementara, dari pemerintah belum," tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum meletakan batu pertama pembangunan gereja, Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe menyerahkan bantuan tunai sejumlah Rp.35 juta dari yayasan Kitabisa.com kepada Ketua Panitia Pembangunan Eben Aplugi.(*)

Berita Kabupaten Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved