Gunung Ile Lewotolok Lembata Bergemuruh Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Panik dan Takut

masyarakat yang bermukim di sekeliling lereng Ile Lewotolok tetap harus waspada akan adanya abu vulkanik

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian.  

Berdasarkan Info Grafik kegempaan Ili Lewotolok, periode 01-11-2020 s/d 30-06-2021; aktivitas kegempaan cendrung fluktuatif. 

"Sampai hari ini belum lagi tercatat adanya suplai baru dari kedalaman. Rekomendasi masih sama zona aman radius 3 km dari pusat erupsi. Mengingat masih ada lontaran material vulkanik ke segala arah sangat berpotensi masih terjadi. Dengan ini tingkat kegiatan Vulkanik Lewotolok masih pada Level III (Siaga)," papar Stanis saat ditemui di Kantor PPGA Ile Lewotolok, Sabtu, 3 Juli 2021. 

Stanis menyebutkan masyarakat tidak perlu cemas dan tetap mengikuti arahan dan imbauan dari pos pemantau dan pihak-pihak berwenang.

Baca juga: Kanis Soge : Semoga RDPU Bisa Hasilkan Rekomendasi Untuk Kepentingan Rakyat Kabupaten Lembata

Dalam laporan pos pemantau, hari ini, 

● Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-200 m di atas puncak kawah. 

● Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 100-200 m dan warna asap putih dan kelabu.

● Letusan disertai suara gemuruh sedang.

Masyarakat di sekitar G. Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

Baca juga: Tenaga Pendidik, Pelayan Toko dan Lansia di Kabupaten Lembata Terima Vaksin Covid-19

Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ile Lewotolok.

1. Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

2 .Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan.

3. Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.

Baca juga: Stadion Gelora 99 Siap Jadi Venue Utama Liga 3 ETMC 2021 di Kabupaten Lembata

Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

4 .Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

5. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved