Gunung Ile Lewotolok Lembata Bergemuruh Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Panik dan Takut
masyarakat yang bermukim di sekeliling lereng Ile Lewotolok tetap harus waspada akan adanya abu vulkanik
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Gunung Ile Lewotolok Lembata Bergemuruh Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Panik dan Takut
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Gunung Ile Lewotolok bergemuruh lagi sejak erupsi besar pada 29 November 2020 yang lalu.
Gemuruh gunung Ile Lewotolok terasa hingga Kota Lewoleba dan wilayah sekitarnya.
Selain dirasakan masyarakat yang bermukim di lereng gunung, warga di luar wilayah Kecamatan Ile Ape masih sering dikejutkan dengan gemuruh dan dentuman Ile Lewotolok.
Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian menyebutkan setiap hari Ile Lewotolok menunjukkan aktivitas erupsi dengan tinggi kolom abu 200-300 meter di atas permukaan puncak gunung.
Baca juga: Di Kabupaten Lembata - NTT, Lurah Lewoleba Tengah Pimpin Razia Masker di Pasar TPI, Begini Suasana
Bahkan beberapa kali erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu 700 meter.
Sementara itu, aktivitas strombolian atau lontaran lava pijar masih tampak jelas pada malam hari. Lontaran lava pijarnya bisa mencapai satu kilometer dari atas puncak gunung.
Stanis berujar gemuruh dan dentuman itu terjadi karena adanya suplai magma ke permukaan gunung.
"Dipengaruhi juga dengan efek ruangan (kawah gunung) sehingga memicu suara gemuruh. Masyarakat tidak perlu panik dan takut karena ini fenomena biasa terjadi di gunung api," ujarnya.
Baca juga: Ini Alasan Diaspora Minta Gubernur NTT Batalkan ETMC 2021 di Kabupaten Lembata
Ditambahkannya, masyarakat yang bermukim di sekeliling lereng Ile Lewotolok tetap harus waspada akan adanya abu vulkanik, longsoran tanah dan ancaman lahar dingin di musim dingin.
Warga Lewoleba, Aldino Purwanto Bediona, menjelaskan gemuruh dari gunung Ile Lewotolok hampir setiap hari bisa dirasakan warga di Lewoleba.
"Biasanya malam hari itu gemuruhnya terasa sekali dan cukup bikin kaget, apalagi kalau lagi tidur," ujar Aldino.
Kendati demikian, menurut Aldino, warga juga akhirnya merasa terbiasa dan menganggap lumrah dengan fenomena gunung api tersebut.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Lembata Dorong Vaksinasi Lansia Dan Guru
"Kalau pada malam hari, dari Lewoleba juga kita bisa lihat lontaran lava pijar dari atas puncak. Semoga semuanya baik-baik saja," harapnya.
Berdasarkan Info Grafik kegempaan Ili Lewotolok, periode 01-11-2020 s/d 30-06-2021; aktivitas kegempaan cendrung fluktuatif.
"Sampai hari ini belum lagi tercatat adanya suplai baru dari kedalaman. Rekomendasi masih sama zona aman radius 3 km dari pusat erupsi. Mengingat masih ada lontaran material vulkanik ke segala arah sangat berpotensi masih terjadi. Dengan ini tingkat kegiatan Vulkanik Lewotolok masih pada Level III (Siaga)," papar Stanis saat ditemui di Kantor PPGA Ile Lewotolok, Sabtu, 3 Juli 2021.
Stanis menyebutkan masyarakat tidak perlu cemas dan tetap mengikuti arahan dan imbauan dari pos pemantau dan pihak-pihak berwenang.
Baca juga: Kanis Soge : Semoga RDPU Bisa Hasilkan Rekomendasi Untuk Kepentingan Rakyat Kabupaten Lembata
Dalam laporan pos pemantau, hari ini,
● Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-200 m di atas puncak kawah.
● Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 100-200 m dan warna asap putih dan kelabu.
● Letusan disertai suara gemuruh sedang.
Masyarakat di sekitar G. Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
Baca juga: Tenaga Pendidik, Pelayan Toko dan Lansia di Kabupaten Lembata Terima Vaksin Covid-19
Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ile Lewotolok.
1. Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
2 .Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan.
3. Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.
Baca juga: Stadion Gelora 99 Siap Jadi Venue Utama Liga 3 ETMC 2021 di Kabupaten Lembata
Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
4 .Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
5. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.(*)