Breaking News:

Begini Keluhan Pedagang di Kabupaten Ende - NTT : PPKM Mikro Saja Kami Susah Apalagi PPKM Darurat

Begini Keluhan Pedagang di KabupatenEnde - NTT : PPKM Mikro Saja Kami Susah Apalagi PPKM Darurat

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Salah satu tempat usaha di Kota Ende, Kamis 30 Juni 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Sejumlah pedagang di Kota Ende, mengaku terdampak dengan dengan pemberlakukan jam malam di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka merugi akibat tempat usaha meraka seperti warung makan, kios - kiossan, diwajibkan tutup pada pukul 21.00 Wita.

Mereka terpaksa menutup karena dirazia oleh pihak keamanan.

Dampak pemberlakukan jam malam sangat terasa pasca diberlakukannya edaran Bupati Ende, Djafar Achmad, terkait penegasan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro 22 Juni 2021.

Irfan, salah satu pedagang di Jl. Soekarno Ende, mengatakan pendapatannya turun drastis. "Kami juga harus bayar utang, tapi kalau pendapatan begini, susah kami," ujarnya, Kamis 1 Juli 2021 petang.

Baca juga: Update Covid-19 NTT : Lonjakan Kasus Positif, Pasien Tersebar di 21 Kabupaten Kota, Total 20.645 

Dia mengaku mengikuti perkembangan kasus di Covid-19 di Kabupaten Ende, yang dalam sepekan terakhir ini melonjak pesat.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Ende tidak memberlakukan PPKM Darurat seperti di Jawa dan Bali. Menurutnya PPKM Mikro saja pedagang susah apalagi PPKM Darurat.

"Kalau dari sisi pendapatan rugi sekali, sangat merugikan bagi kita. Itu jelas. Kami sudah seminggu terakhir ini jam sembilan sudah wajib tutup. Tidak tutup mereka jadi peringatan tutup tempat usaha," keluhnya.

Menurutnya, alangkah lebih baik, jika diperketat soal penerapan prokes, antara lain memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan tapi tidak ada pembatasan jam malam.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved