Penggiat Eko Enzim NTT gandeng Unimor Beri Pelatihan Pembuatan Eco Enzym di Dusun Banopo TTU
Komunitas Penggiat Eko Enzyme Provinsi Nusa Tenggara Timur merayakan 1 tahun kehadiran Eco Enzyme di NTT. Perayaan kehadiran Eco Enzyme pertama tahun
Penggiat Eko Enzim NTT gandeng Unimor Beri Pelatihan Pembuatan Eco Enzym di Dusun Banopo TTU
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Komunitas Penggiat Eko Enzyme Provinsi Nusa Tenggara Timur merayakan 1 tahun kehadiran Eco Enzyme di NTT. Perayaan kehadiran Eco Enzyme pertama tahun ini dilaksanakan secara sederhana di Dusun Banopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama 42 orang anggota Kelompok Tani Sehati.
Alasan mendasar perayaan 1 tahun kehadiran Eco Enzyme di NTT diselenggarakan di wilayah tersebut karena, kelompok tani ini merupakan salah satu kelompok tani di NTT yang mendapat pelatihan proses pembuatan Eco Enzyme bersama ketua kelompok taninya.
Ketua Komunitas Penggiat Eco Enzyme NTT, Charles Malelak, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa, 15/06/201 mengatakan, kehadiran Eco Enzyme di Bumi Flobamora telah berlangsung dengan berbagai kegiatan yakni memberikan pelatihan proses pembuatan Eco Enzyme kepada semua komunitas gereja, kelompok anak muda dan kepada petani.
"hari ini di Dusun Banopo bersama anggota Kelompok Tani sehati kita berikan lagi pelatihan ini adalah bentuk perayaan Hari Ulang Tahun Eko Enzim NTT yang pertama," ungkapnya.
Pada momen tersebut, Penggiat Eco Enzyme NTT melibatkan Tim dari Fakultas Pertanian Universitas Timor dalam Pelatihan pembuatan Eco Enzyme kepada anggota Kelompok Tani di Dusun Banopo.
Yosefina Marice Fallo, Wakil Dekan II, di UNIMOR kepada anggota Kelompok Tani Di Dusun Banopo menjelaskan bahwa Tri Dharma Perguruan tinggi mencakup, pendidikan, pengabdian, dan penelitian.
Kehadiran Tim Fakultas Pertanian di tempat tersebut juga, lanjut Yosefina, bertujuan untuk menjalankan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni; Pengabdian.
Dalam menjalankan aspek pengabdian kepada masyarakat ini, Yosefina bersama anggota tim yang terdiri dari Marselina Theresia Djue Tea, Fransiskus Yulius Dhewa Kadju, Azor Yulianus Tefa dan Dira Asri Pramita membawa serta bahan dasar untuk proses fermentasi Eco Enzyme seperti buah-buahan, sayuran dan gula serta wadah.
Baca juga: Begini Perkembangan Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Mantan Ketua DPRD TTS dan Saat ini Anggota DPRD
Baca juga: Diizinkan PM Hungaria, Stadion Puskas Arena Disesaki 67 Ribu Penonton Tanpa Masker, Portugal Unggul
Hal ini dimaksudkan agar pihaknya bersama Penggiat Eco Enzyme NTT dan masyarakat bersama-sama membuat Eco Enzyme.
Sementara itu, Tokoh Agama di Dusun Banopo, sekaligus ketua Kelompok Tani Sehati, Frater Herman Tugas Ginting, merasa bangga atas kunjungan tim penggiat Eco Enzyme NTT bersama tim dari Unimor yang menjadikan kelompok taninya sebagai sasaran pelatihan pembuatan Eco Enzyme
Frater Herman mengakui SDM masyarakat di Dusun tersebut masih sangat minim. Sehingga dibutuhkan pelatihan yang berkelanjutan.
"Kami bangga, kelompok tani di sini menjadi sasaran pelatihan pembuatan Eco Enzyme kita berharap, di ulang tahun yang pertama ini, Eco Enzyme NTT semakin berkembang dan manfaatnya luar biasa," pungkasnya.
Sebagai anggota Ordo Fransiskan Conventual, ucap Frater Herman, pihaknya juga ditugaskan untuk menjaga dan merawat lingkungan.