Sabtu, 25 April 2026

Opini Pos Kupang

Kohesivitas Supporter dan Fans Club Sepak Bola

Beberapa tim telah mendapat tiket ke babak 16 besar dan akan berlaga dengan skuad terbaik untuk memperoleh kemenangan

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Oleh: Wardy Kedy, Peneliti Bidang Psikologi Sosial

POS-KUPANG.COM - Perhelatan Euro 2021 sedang berlangsung. Beberapa tim telah mendapat tiket ke babak 16 besar dan akan berlaga dengan skuad terbaik untuk memperoleh kemenangan. Strategi dan kombinasi dalam taktik bermain akan ditampilkan setiap tim guna memperoleh tiket ke fase berikutnya.

Hampir pasti bahwa setiap tim yang sudah lolos ini tentu membawa kesenangan tersendiri bagi para penggemarnya. Pendukung tim yang sudah lolos tentu akan berbesar hati dan terus memberikan dukungan terbaiknya dengan segala cara.

Kendati masih dalam suasana pandemi, perhelatan Euro 2021 tetap berjalan dalam suasana yang riuh dan bersemangat. Suara gemuruh para supporter masih bisa terdengar, sekalipun ditonton secara online.

Itulah spirit yang tidak bisa dihilangkan dalam suatu pertandingan sepak bola, di mana hadirnya individu-individu yang setia menyemangati dan mendukung, baik di lapangan secara langsung (walau dibatasi jumlahnya) maupun diluar lapangan turut memberi andil bagi keberhasilan sebuah tim.

Baca juga: Live Hasil Lengkap Grup D di Link Skor Piala Eropa, Hasil Euro 2021 Inggris vs Republik Ceko

 

Mereka sering disebut dengan istilah supporter dan fans club (penggemar). Ya, memang, siapa yang tidak mengenal `gila'nya supporter bola, jika tim favoritnya menang. Itulah dinamika yang terjadi dalam kelompok yang menyebut diri fans club sepak bola.

Kita semua tahu bahwa sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling banyak digemari orang, baik yang tua-muda, maupun anak kecil hingga orang dewasa.

Fanatisme supporter bola memang sulit dibendung, sehingga terkadang mereka memberikan antusias yang berlebih pada salah satu tim favoritnya.

Memang kehadiran supporter merupakan ikon penting dalam suatu pertandingan sepak bola karena tanpa adanya supporter bisa menyebabkan pertandingan sepakbola menjadi kurang menarik, hambar,dan tanpa makna.

Baca juga: Klasemen Grup B Terbaru Tim Lolos 16 Besar Piala Eropa 2021, Hasil EURO 2021 Belgia Vs Denmark

Tidak dapat dipungkiri bahwa supporter juga memiliki peran urgen dalam menunjang kesuksesan sebuah tim sepakbola, baik untuk pendapatan klub dari tiket ataupun sebagai motivasi tim yang bertanding.

Supporter dan fans club tentu memiliki kecenderungan tinggi untuk masuk dan berada dalam sebuah komunitas kelompok. Tujuannya hanya untuk memberikan dukungan kepada tim sepakbola yang diidolakannya.

Para suporter dan fans club biasanya menciptakan sebuah komunitas dengan perilaku khas melalui pola interaksi sosial yang khusus dalam memberikan dukungan secara penuh kepada timnya, bahkan kadang dilakukan secara berlebihan, sehingga tidak jarang timbul hal-hal negatif, seperti kerusuhan dalam sebuah pertandingan dan lain sebagainya.

Terlepas dari hal negatif tersebut, para supporter dan fans club yang tergabung dalam suatu komunitas tentu memiliki keterikatan psikologis yang sama, kuat, dan sulit tergoyahkan.

Baca juga: Update di Link Live Score Piala Eropa Grup B Hasil Euro 2021, Belgia vs Denmark

R. Giulianotti, (2002) dalam Journal of Sport & Social Issues, menjelaskan bahwa terdapat empat tipe orang yang menyaksikan pertandingan sepak bola yaitu flaneurs (penonton), supporters (pendukung), followers (pengikut), dan fans (penggemar).

Keempat tipe ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tulisan ini hanya akan mengulas pribadi yang menyukai pertandingan sepak bola dan `membaptis' diri sebagai seorang supporter dan fans club.

Dalam arti sempit, suporter adalah dukungan yang diberikan oleh satu orang atau lebih kepada kelompok dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Suporter, para pemain dan ofisial tim serta perangkat pertandingan mampu menciptakan suasana dukungan yang luar biasa, sehingga bisa meningkatkan daya juang tim yang didukung bahkan melemahkan mental tim lawan.

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi supporter dalam memberikan dukungan terbaik untuk timnya, salah satu satunya adalah karena keterkaitan psikologis dan emosional yang ada dalam kondisi sosial supporter.

Kondisi keterikatan psikologis dan emosional ini tercipta oleh interaksi secara konstan sehingga melahirkan hubungan yang saling mempengaruhi.

Hal ini didukung dengan penjabaran Festinger, Schachter, dan Back (1950) bahwa dukungan supporter untuk timnya terjadi karena adanya rasa kecintaan dan saling memiliki yang sangat kuat terhadap tim yang dibelanya.

Kemudian timbul rasa kebersamaan suporter yang erat karena para suporter memiliki kesamaan nilai-nilai, sikap dan sifat pribadi.

Lain dari itu, fans merupakan penikmat sepak bola yang turut mencurahkan perhatiannya untuk berfikir, berbicara, dan berorientasi pada salah satu tim sepak bola yang digemarinya.

Ada kegairahan dan spirit yang berbeda antara spectator (penonton) dan fans. Seorang penonton sepak bola belum tentu fans dari tim yang ditontonnya.

Sebab keterikatan seorang fans bukan pada aktivitas menontonnya tetapi pada pengetahuan terhadap tim/klub yang digemarinya.

Hal ini sejalan dengan temuan dari Jacobson (2003) yang berpandangan bahwa fans berbeda dengan spectator yang hanya menonton, sedikit mengamati dan mudah melupakannya.

Fans memiliki intensitas yang stabil dalam mengikuti perjalanan dan perkembangan tim sepak bola yang disukainya, sebab di dalamnya terdapat banyak makna emosional dan nilai penting.

Proses terbentuknya komunitas fans club dalam sepak bola secara kognitif dan afeksi berbeda dengan faktor keberadaan komunitas suporter sepak bola.

Fans club terbentuk karena adanya rasa ketertarikan sesama individu pada suatu nilai yang terkandung dalam suatu tim/klub sepak bola yang dapat membuka jalan terbentuknya identitas kelompok.

Adanya ketertarikan sosial terhadap kelompok dan anggota kelompok, serta dilanjutkan dengan adanya interaksi sosial yang intens, melahirkan apa yang dinamakan dengan kohesivitas kelompok.

Dalam kajian Psikologi Sosial, Festinger, Schachter, dan Back (1950) menjelaskan bahwa kohesivitas kelompok adalah ketertarikan pada kelompok dan anggota kelompok berdasarkan interaksi sosial dan tujuan pribadi yang menuntut adanya saling ketergantungan.

Hal ini menimbulkan perilaku kelompok dimana keanggotaannya berkesinambungan melakukan penyesuaian yang setara dengan standar kelompok.

Lain dari itu, Langfred (1998) memberikan penjelasan terkait kohesivitas kelompok sebagai sebuah daya tarik terhadap anggota kelompok dan ketertarikan interpersonal.

Memang pembahasan terkait kohesivitas kelompok perlu dikaji lebih jauh, karena banyak manfaat positif yang didapat oleh suatu kelompok yang kohesif, terutama bentuk kohesivitas supporter dan fans club sepak bola.

Salah satu kebiasaan yang menjadikan seorang supporter dan fans club menjadi kohesif yakni adanya kebiasaan berkumpul dan nonton bersama, bercanda gurau dan tertawa bersama, rutinitas olahraga bersama, serta munculnya rasa kepedulian dan perilaku tolong-menolong antar sesama anggota kelompok.

Ditambah lagi dengan aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas, seperti kerja bakti, membagi bantuan untuk korban bencana alam, dan kegiatan sosial-kemanusiaan lainnya, turut membentuk perilaku kohesif yang erat di antara sesama anggota kelompok.

Karena itu, bagi kita yang saat ini sedang menjadi bagian supporter atau fans club dari salah satu tim di perhelatan Euro 2021, sudah sepatutnya terus memupuk rasa persaudaraan dan keterikatan yang erat pada sesama anggota kelompok, agar hal-hal positif yang ada dalam kelompok bisa terejawantahkan.

Menang pasti menyenangkan, tapi bukan yang utama. Intinya adalah jangan pernah menyerah dan jangan berhenti dengan apa yang sudah dicapai. Jadilah supporter atau fans club yang sportif dan bermanfaat bagi banyak orang. *

Berita Euro 2021 Lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved