Breaking News:

Berita Belu Bersinar

Dukung Pembelajaran Tata Muka, Dinas Kesehatan Genjot Vaksin Guru dan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan menggenjot pelaksanaan vaksin bagi pelayan publik dalam hal ini guru serta kategori masyara

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Dukung Pembelajaran Tata Muka, Dinas Kesehatan Genjot Vaksin Guru dan Masyarakat
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M. Saik, M.Kes

Dukung Pembelajaran Tata Muka, Dinas Kesehatan Genjot Vaksin Guru dan Masyarakat

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan menggenjot pelaksanaan vaksin bagi pelayan publik dalam hal ini guru serta kategori masyarakat. Sampai keadaan 20 Juni 2021, realisasi vaksin bagi guru sudah hampir 80 persen. 

Prioritas vaksin guru dan masyarakat ini selain karena jadwalnya, juga sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah menyambut pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulia dilaksanakan tahun ajuran 2021-2022 di Kabupaten Belu, daerah perbatasan RI-RDTL. 

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik, SKM kepada Pos Kupang. Com, Senin 21Juni 2021. Dikatakannya, saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan vaksin bagi pelayan publik dan masyarakat. 

"Vaksin sedang kita lakukan untuk kategori pelayan publik yang didalamnya ada guru. Kalau guru sudah hampir 80 persen dosis pertama", kata Theresia. 

Baca juga: Dinkes Belu Belum Terima Rapid Test dan APD Covid 19 dari Provinsi

Menurut Theresia, pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Belu mendapat lagi jatah vaksin sebanyak 200 vial untuk 2.000 orang. Jumlah ini bisa mengkover guru-guru yang belum mendapat vaksin dosis pertama. 

Theresia optimis, vaksin bagi tenaga guru bisa mencapai 100 persen hanya saja dilakukan bertahap karena bergantung pada ketersedian vaksin. Saat ini pemerintah genjot melakukan vaksin dosis kedua bagi pelayan publik dan masyarakat. 

Theresia menghimbau kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas (5 M). 

Diberitakan POS KUPANG. COM, beberapa kepala sekolah mengharapkan kepada pemerintah agar vaksin bagi tenaga guru terus dilakukan. Pasalnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai diberlakukan tahun ajaran 2021-2022. 

Selain pelayanan vaksin, kepala sekolah juga mengharapkan dukungan kolaborasi dari siswa dan orang tua dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 bagi peserta didik atau menghindari terjadinya klaster sekolah. 

Harapan ini disampaikan Kepala Sekolah SMAN 2 Tasifeto Timur, Eustachius Mali Tae, S. Pd dan 
Kepala SMPN 1 Atambua, Agustina Asa, S.Pd beberapa waktu lalu. 

Dikatakannya, upaya pencegahan covid-19 yang dilakukan sekolah mesti juga dilakukan siswa secara mandiri. Kedisiplinan siswa menerapkan prokes tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di luar lingkungan sekolah termasuk di rumah. Peran guru mengawasi dan menegakkan kedisiplinan siswa di sekolah sedangkan orang tua mengawasi anaknya ketika berada di luar sekolah. Kolaborasi dukungan semacam ini yang dibutuhkan dalam PTM di era pandemi. (jen).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved