Breaking News:

Salam Pos Kupang

Berantas Pungli di Pelabuhan

Beberapa hari terakhir media nasional maupun daerah ramai memberitakan aksi pemberantasan pungutan liar ( pungli)

Editor: Kanis Jehola
Berantas Pungli di Pelabuhan
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Beberapa hari terakhir media nasional maupun daerah ramai memberitakan aksi pemberantasan pungutan liar ( pungli). Lebih khusus pungli yang dilakukan dengan pemerasan atau premanisme yang umumnya terjadi di daerah layanan atau fasilitas public seperti pelabuhan maupun terminal.

Tindakan tegas yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ini bermula dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Pelabuhan Laut atau Dermaga Jakarta International Container Termina (JITC) dan Terminal Peti Kemas Koja pada Kamis 10 Juni 2021. Presiden Joko Widodo melakukan dialog langsung dengan sejumlah sopir truk pengangkut container atau peti kemas.

Seusai mendengar keluhan para sopir tersebut, Presiden Joko Widodo langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menanggapi hal itu, Kapolri langsung mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan jajarannya mencokok para pelaku pungli dan tidak tanggung-tanggung dalam waktu 2 jam sebanyak 49 orang langsung ditangkap.

Langkah Kapolri ini tidak hanya dikawasan pelabuhan peti kemas Koja dan pelabuhan Tanjung Priok tetapi diseluruh pelabuhan di Indonesia. Di NTT pada Selasa 15 Juni 2021, PT Pelindo III Kupang menggelar operasi penertiban premanisme dan pungli di Pelabuhan Tenau Kupang.

Baca juga: Murah Harga HP Realme 8 5G, Hanya Rp3,1 Jutaan, Ada Diskon Dalam Program Flash Sale Rp 2,9 Jutaan

Baca juga: Cegah Anemia Sejak Dini, Bupati Nagekeo Beri Tablet Tambah Darah kepada Remaja Putri

Jajaran Polres Manggarai juga pada Senin (14/6/2021) menangkap sejumlah orang yang diduga preman saat menggelar operasi penertiban premanisme dan pungli di sejumlah tempat. Tim Gabungan Polres Manggarai menangkap 14 orang yang diduga preman di Terminal Carep, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong.

Terhadap praktek premanisme dan pungli di NTT, Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif melalui Kabidhumas Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto telah memerintahkan kepada Polres jajaran untuk melakukan pemetaan dan mapping terkait premanisme, baik dari segi yuridis maupun sosiologisnya.

Kapolda NTT juga mendorong untuk melakukan koordinasi bersama-sama Pemda untuk mengantisipasi tidak terjadinya tindakan premanisme maupun pungli di masyarakat.

Baca juga: Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia

Baca juga: Kode Redeem FF 17 Juni 2021, Buruan Tukar Kode Redeem Free Fire Terbaru

Tanggungjawab pemberantasan pungli dan premanisme tidak hanya aparat kepolisian tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat. Praktik pungli yang cenderung dibarengi ancaman kekerasan atau premanisme bukan hal yang baru bahkan dikeluhkan berulangkali di sejumlah pelabuhan maupun terminal penumpang dan peti kemas.

Sebenarnya pungli sudah cukup lama terjadi namun banyak pihak yang seolah-olah pura-pura tidak tahu bahkan terkesan didiamkan. Lebih parah lagi ada oknum yang merupakan bagian dari jaringan pungli itu sendiri.

Masyarakat maupun sejumlah sopir atau pengemudi kendaraan yang menjadi korban pungli dan premanisme, sangat berharap sikap tegas aparat keamanan. Namun, hal baik ini harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penyediaan layanan publik yang makin baik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved