Breaking News:

Berkas Rampung, Kejari TTU Segera Limpahkan Perkara Korupsi Dana Desa Naekake B

telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Penuntut Umum Kejari TTU.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kepala Desa dan Bendahara Desa Naekake B, saat digelandang ke Kantor Polres TTU, Selasa, 13 April 2021. 

Berkas Rampung, Kejari TTU Segera Limpahkan Perkara Korupsi Dana Desa Naekake B

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-- Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara dalam waktu dekat akan segera melimpahkan berkas perkara korupsi Dana Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Berkas perkara korupsi Dana Desa Naekake B telah dinyatakan rampung. Selain itu, pada 11 Juni 2021, telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Penuntut Umum Kejari TTU.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Robert Jimmi Lambila, S. H., M. H kepada POS-KUPANG.COM, Minggu, 13/06/2021.

Menurut Robert, pasca dilakukan penyidikan atas perkara korupsi tersebut berdasarkan surat perintah Penyidikan pada 9 April 2021 dan sesuai dengan surat penetapan tersangka tertanggal 13 April 2021, telah ditetapkan tersangka atas nama Herminigildus Tob selaku Kepada Desa Naekake B dan Milikheor Tob selaku Bendahara Desa tersebut.

Selanjutnya, ujar Robert, kedua tersangka yang diserahkan penyidik tersebut akan ditahan Penuntut Umum (PU) selama 20 hari terhitung sejak 11 Juni 2021.

Kedua tersangka disangkakan melanggar undang-undang Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 12 huruf I undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2021 junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten TTU dan Tim Penyidik Kejari TTU, kerugian keuangan Negara atas perkara korupsi Dana Desa Naekake B, mencapai Rp. 1.700.000.000.

Perihal perkara ini, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri TTU telah melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara dengan menyita sejumlah harta kekayaan milik tersangka   kepala desa yang diduga berdasarkan hasil menilep dana desa yakni; 2 unit mobil truk, uang tunai sebesar Rp. 300. 000.000, dan benda lainnya yang memiliki kaitan erat dengan tindak pidana dimaksud.

Robert menjelaskan, pada tahun 2021 Kejari TTU telah melakukan penyelidikan terhadap 8 perkara. Dari 8 perkara ini, 3 perkara telah dilimpahkan terlebih dahulu ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Tim Penyidik Kejari TTU dalam waktu dekat akan segera melimpahkan perkara korupsi Dana Desa Botof, Letneo Selatan dan Birunatun. (Laporan Reporters POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved