Breaking News:

Kantor Bahasa di NTT Berupaya Menekan Kasus Kebahasaan

penggunaan bahasa yang berdampak hukum, seperti ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik. 

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Peserta sosialisasi produk bahasa dan hukum yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah hukum Polres Belu, Rabu 9 Juni 2021. 

Kantor Bahasa di NTT Berupaya Menekan Kasus Kebahasaan

POS KUPANG. COM| ATAMBUA--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mensosialisasikan produk bahasa dan hukum di Polres Belu, Kabupaten Belu. 

Kegiatan ini lebih difokuskan pada peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam penanganan kasus-kasus defamasi atau pencemaran nama baik di wilayah hukum kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. 

Tujuan kegiatan ini untuk penguatan penggunaan bahasa hukum dan juga sebagai upaya agar sedini mungkin menekan kasus-kasus yang berkaitan dengan penggunaan bahasa yang berdampak hukum, seperti ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik. 

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis saat diwawancara Pos Kupang. Com, Selasa 8 Juni 2021.

Syaiful menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama empat hari terhitung Senin 7 Juni 2021, bertempat di aula gelar perkara Tipiter Polres Belu. Peserta kegiatan adalah kepolisian, kejaksaan, pengadilan, peradi dan insan pers. 

Kata Syaiful, kegiatan ini dinilai penting karena dari sudut pandang hukum, kita sebagai warga negara tidak boleh sembarangan berbicara dan menulis. 

"Zaman dahulu, mulut mu harimau mu, kalau zaman sekarang jarimu harimau. Sama saja sebenarnya", kata Syaiful. 

Lanjut Syaiful, karena faktor ketidaktahuan dan ketidakpahaman, terkadang masyarakat sembarangan menulis atau mengucap. Padahal apa yang mereka tulis atau yang mereka ucapkan itu masuk dalam kategori ujaran kebencian, pencemaran nama baik, fitnah atau hal-hal lain. 

"Masyarakat kita karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman sehingga mereka bisa sembarangan saja menulis atau mengucapkan. Padahal apa yang mereka tulis atau mereka ucapkan itu masuk dalam kategori ujaran kebencian, pencemaran nama baik, memfitnah atau hal-hal lain", kata Syaiful. 

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved