Tentara Amerika Sudah Siaga di Taiwan,Skenario Perang Dicoba, Pertempuran Lawan China di Depan Mata
Amerika Serikat telah menempatka pasukannya di Taiwan untuk mengantisipasi penyerbuan ke pantau negara Pulau Taiwan
POS KUPANG.COM -- Amerika Serikat telah menempatka pasukannya di Taiwan untuk mengantisipasi penyerbuan ke pantau negara Pulau Taiwan
Pasukan Amerika dan Taiwan sudah menguji skenario pertahanan untuk menangkis serangan pesawat tempur China dan menahan serangan pendaratan amfibis China
Faksi militan di Beijing disebut-sebut semakin dominan, sedangkan Xi Jinping, sudah bertekad akan merebut kembali Pulau Taiwan.
Pada Minggu (6/6/21), Reuters melaporkan, tiga Senator AS Tammy Duckworth , Dan Sullivan , dan Christopher Coons telah tiba di Taiwan
Kedatangan mereka untuk mengumumkan keputusan AS, bahwa mereka akan membantu pulau tersebut.
Baca juga: China HanyaKirim Kapal Perang KecilSaat Latihan MiliterBersama TNI di Laut Sulawesi,Tujuan Beijing?
Baca juga: China Tak Gertak Sambal, Buktikan Ancamannya, Persispan Sebut Taiwan , Xi Jinping Kirim Kapal Perang
Baca juga: Pantas Saja China Ngotot Invasi Taiwan, Ternyata Taiwan Simpan Barang Paling Berharga Ini, Apa?
Baca juga: Dulu Ngotot Dukung Taiwan, Kini Amerika Stopkan Bantuan, Kenapa? Joe Biden Ungkap Alasan, Bikin Syok
Anggota parlemen AS akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Tsai Ing-wen mengenai hubungan Taiwan-AS.
Keamanan regional dan banyak masalah penting lainnya perlu diperhatikan bersama.
Hal itu selaras dengan konteks ketegangan mengkhawatirkan, antara Taiwan dan China yang terjadi belakangan ini.
Beijing belum mengeluarkan tanggapan resmi, namun diperkirakan akan terus menggunakan kata-kata kasar untuk memperingatkan AS.
China mendesak AS untuk menghentikan hubungannya dengan Taiwan, dan tidak usah ikut campur dalam kementerian urusan dalam negeri China.
Menurut statistik terbaru dari Brookings Institution (AS), sejak awal tahun ini, China telah mengirimkan sedikitnya 25 pesawat militer ke dekat wilayah udara Taiwan.
Sedangkan tahun lalu sebanyak 380 pesawat.
Oriana Skylar Mastro, seorang ahli di Universitas Stanford (AS), dalam sebuah artikel untuk majalah Foreign Affairs.
Mengatakan bahwa ini adalah jumlah rekor dan mewakili tingkat kehadiran militer China yang belum pernah terjadi sebelumnya di daerah sekitar Taiwan.
Apalagi, peningkatan jumlah pesawat tersebut merupakan tanda bahwa Beijing tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan konflik militer dengan Taiwan seperti sebelumnya.