Mendikbud Nadiem Dituding Cenderung Paksakan Sekolah Tatap Muka, P2G Sebut Ironi, Ini Alasannya
P2G menudin Mendikbud Nadiem Makarim cenderung paksakan S\sekolah tatap muka. Padahal pelaksanaan vaksinasi guru berjalan lambat
Mendikbud Nadiem Dituding Cenderung Paksakan Sekolah Tatap Muka,P2G Sebut Ironi, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menuding Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) cenderung paksakan sekolah tatap muka di tengan pandemi covid-19 yang masih melanda negeri ini.
P2G bahkan menyebut, kebijakan Mendikbud Nadiem ironi karena hingga saat belum semua guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin covid-19.
Perwakilan dari P2G, Iman Zanatul Haeri pada webinar pendidikan yang diselenggarakan Vox Populi mengatakan vaksinasi untuk guru hingga saat ini cendrung berjalan lambat.
Hal ini menjadi ironi menurut Iman, dengan keinginan pemerintah agar sekolah tatap muka bisa dibuka pada tahun ajaran baru.
"Program vaksinasi ini kan dari pemerintah untuk guru, dosen dan tenaga pendidikan. Yang mengatakan 5 juta adalah pemerintah. Artinya pemerintah punya gambaran, apabila target pemerintah tercapai, kemungkinan para dosen dan guru ini bisa membuka sekolah atau lembaga pendidikan lainnya," kata Iman, Minggu (6/6/2021).
Baca juga: Mutasi Virus Corona Berisiko Menulari Anak, Jangan Lakukan Sekolah Tatap Muka
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Diberlakukan Mei 2021, SMAN 5 Kupang Gelar Tatap Muka Terbatas
Jelang pembelajaran tatap muka, P2G menegaskan pemenuhan target vaksinasi tidak dapat ditawar.
Walaupun sudah mulai banyak guru yang di vaksin di daerah-daerah, khususnya di kota besar yang mengalami kasus yang tinggi, nyatanya masih banyak guru yang belum di vaksin.
Dari 5 juta yang ditargetkan pemerintah, baru sekitar 900 ribu guru yang divaksin.
"Kita tahu itu (vaksinasi) belum mencapai target pada bulan ini. Malah kemudian mundur sampai bulan Agustus, sampai hari hanya mencapai 900 ribu," lanjut Iman.
Iman mengatakan kendati vaksin bukan jaminan seseorang tidak terpapar virus, tapi vaksin merupakan standar yang sudah ditetapkan pemerintah.
Baca juga: SMKN 1 Kota Kupang Tunggu Kebijakan Pemerintah untuk Sekolah Tatap Muka Juli Mendatang
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Terbatas di NTT Mulai Bulan Mei
P2G mengapresiasi Kemdikbud Ristek yang telah membuat dashboard yaitu daftar periksa, dimana sekolah-sekolah diuji persyaratannya apakah layak untuk membuka sekolah.
Namun, sekolah yang dinyatakan siap batu 54,41 persen.
Artinya ada sekitar 45 persen sekolah yang belum siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka.
"Kalau ada sekolah yang sampai detik ini belum siap, lantas kenapa harus dibuka di bulan Juli," ujar Iman.