Mendikbud Nadiem Dituding Cenderung Paksakan Sekolah Tatap Muka, P2G Sebut Ironi, Ini Alasannya

P2G menudin Mendikbud Nadiem Makarim cenderung paksakan S\sekolah tatap muka. Padahal pelaksanaan vaksinasi guru berjalan lambat

Editor: Adiana Ahmad
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Guru melakukan simulasi pembelajaran tatap muka ( PTM ). Mendikbud Nadiem Dituding Cenderung Paksakan Sekolah Tatap Muka,P2G Sebut Ironi, Ini Alasannya 

"Ini dua hal yang saling berbenturan, di satu sisi jelas angka menunjukkan kita belum siap, tapi kalo memang seperti itu kita harus menyesuaikan diri dengan kemampuan pemerintah," kata Iman.

P2G memahami kekhawatiran learning lost atau ancaman kehilangan pembelajaran dari anak-anak usia sekolah, belum lagi bagi anak tingkat dasar dan usia dini.

Namun diperlukan kordinasi lebih lanjut dengan stakeholder maupun lembaga terkait untuk memastikan pemetaan zona dan pembukaan tidak di buka serentak, serta melihat angka kasus Covid-19 daerah.

Iman menegaskan jika pemerintah bersikukuh membuka pembelajaran tatap muka pada bulan Juli, P2G meminta pemerintah agar vaksinasi tetap dilanjutkan, dipercepat dan membuat pakem protokol kesehatan (Prokes).

Baca juga: Daftar 14 Provinsi yang Mulai Sekolah Tatap Muka , Dilakukan Dalam 5 Tahap, NTT?

"Untuk prokes ini kan daerah terbagi-bagi, ada yang zona merah, kuning, hijau. Ada sekolah yang siap dan tidak siap. Yang tidak siap harus didorong oleh Pemda, institusi terkait agar misalnya dana BOS mereka cepat cair agar bisa belanja thermo gun, handsanitizer, dan lain sebagainya," ujar Iman.

Skema Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Mulai Juli, KPAI: Masih Banyak Guru Menolak Divaksin

Sekolah dengan skema pembelajaran tatap muka (PTM) rencananya dibuka pada Juli mendatang.

Namun sebulan jelang dilaksanakannya PTM tersebut, ternyata masih banyak guru yang menolak untuk divaksin.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menyebut salah satu kasus penolakan tersebut ditemukan di Bengkulu.

Berdasarkan data KPAI, guru yang sudah disuntik vaksin virus corona (Covid-19) di Bengkulu baru 50 persen.

"Saya koordinasi yang Bengkulu itu kenapa 50 persen angkanya? Ternyata banyak guru menolak divaksin. Itu juga jadi PR ya," ucap Retno dalam konferensi pers, Minggu (6/6/2021).

Retno mengungkapkan secara nasional cakupan vaksinasi terhadap guru baru 28 persen dari total 5 juta guru di seluruh Indonesia.

Data tersebut terakhir dimutakhirkan per 31 Mei lalu. Vaksinasi terhadap guru yang paling tinggi berada di DKI Jakarta dengan persentase sebanyak 78 persen.

Retno meminta agar pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) perlu meninjau ulang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Kalau mau buka Juli, sebaiknya jangan main buka juga," ucap Retno. Selain kesiapan guru, Retno juga mengingatkan Kemndikbudristek dan pemda untuk memastikan kesiapan aspek-aspek lainnya seperti sarana dan prasarana.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved