Buntut Marah Menteri Sosial Tri Rismaharini PDIP Cabut Dukungan Kepada Bupati Alor

Buntut memarah Menteri Sosial Tri Rismaharini PDIP mencabut dukungan kepada Bupati Alor Amon Djobo

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM
Bupati Alor, Drs Amon Djobo. Inilah profil Amon Djobo, Bupati Alor, NTT yang memarahi serta mengusir dua staf Kemensos. Ia pernah mengancam akan menembak seorang kolonel TNI AD. Bupati Alor, Drs Amon Djobo. Inilah profil Amon Djobo, Bupati Alor, NTT yang memarahi serta mengusir dua staf Kemensos. Ia pernah mengancam akan menembak seorang kolonel TNI AD. (POS KUPANG/OBY LEWANMERU) 

Buntut memarah Menteri Sosial Tri Rismaharini PDIP mencabut dukungan kepada Bupati Alor Amon Djobo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) mencabut dukungan kepada Bupati Alor Amon Djobo. Keputusan itu diambil pasca menanggapi video kemarahan Bupati Amon kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Kabupaten Alor Ernny Anggrek.

Keputusan tentang pencabutan dukungan melalui Surat DPP PDIP Nomor 2922 /IN/DPP/VI/2021 ditandatangani Ketua DPP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun dan Sekjen, Hasto Kristianto.

DPP PDIP pada Nopember 2017 mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk berkontestasi pada Pilkada Alor 2018.

Baca juga: Kemegahan Gedung Pancasila di Taman Pejambon: Awalnya Kediaman Panglima Perang Belanda

Baca juga: Amanda Manopo: Kritik Sinetron

DPP PDIP juga menginstruksikan kepada DPC PDIP Kabupaten Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDIP di DPRD untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Alor.

Perilaku Bupati Amon memarahi Menteri Sosial dan Ketua DPRD Alor dianggap sangat tidak pantas dilakukan. Apalagi dengan kata-kata makian yang sangat jorok disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat setingkat bupati.

Nampaknya pola perilaku tidak pantas seperti ini merupakan kejadian berulang karena perilaku seperti ini juga pernah dilakukan terhadap seorang perwira menengah Kodam Udayana.

Baca juga: Berharap Listrik PLN ke Desa

Baca juga: Lantaran Jalan ke Mapitara Rusak

Melalui keterangan tertulisnya, politisi PDIP yang juga anggota Komisi X DPR RI, Dr Andreas Hugo Pareira mengatakan, perilaku Bupati Amon yang seharusnya menjadi panutan masyarakat mempertontonkan kebrutalan temperamen dan emosi yang tidak terkendali.

"Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak, agar sang bupati pengumbar caci maki brutal ini memperoleh sanksi hukum maupun politik agar tidak mengulangi perilaku brutalnya," kata Hugo. (gem)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved