Bupati Alor Marahi Mensos

Bupati Alor Marah Mensos Risma, Ketua DPRD Alor : Etika Sopan Santun Tidak Ada Masyarakat Alor Malu

Enny mengatakan, masyarakat Alor malu karena orang Alor memiliki adat istiadat saling menghargai

Penulis: Ryan Nong | Editor: maria anitoda
Dok. Pribadi
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek dalam sebuah kesempatan bersama Bupati Amon Djobo 

Bupati Alor Marah Mensos Risma, Ketua DPRD Alor : Etika Sopan Santun Tidak Ada Masyarakat Alor Malu

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG --Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor, Enny Anggrek SH, menyebut dewan dan rakyat Kabupaten Alor malu akibat ulah Bupati Amon Djobo.

Bupati Amon terekam sedang marah terhadap Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini melalui dua stafnya saat laporan di rumah jabatan Bupati Alor.

Potongan video berisi Bupati Amon Djobo sedang marah itu kemudian viral di media sosial dan grup WhatsApp.

Baca juga: Inilah 5 Tindakan Kontroversial Bupati Alor Amon Djobo, Ancam Perwira TNI AD Hingga Marahi BPK

Dalam video dengan durasi 03.09 menit itu tampak Bupati Amon yang mengenakan pakaian safari warna merah dengan paduan topi tampak sedang memarahi dua orang staf Menteri Sosial yang sedang duduk.

Dalam video, terdengar Bupati Amon marah dan menyebut soal pendistribusian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI.

Bupati Amon terdengar marah kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini karena bantuan sosial yang seharusnya diurus oleh daerah malah diurus oleh DPRD Alor.

Selain marah kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, Bupati Amon juga mengusir staf Kementerian Sosial agar segera meninggalkan kabupaten Alor.

Amon tampak tidak peduli dan berjalan meninggalkan staf tersebut usai meluapkan kemarahannya.

Enny Anggrek menyebut, Bupati Amon telah mempermalukan rakyat Alor yang terkenal dengan adat istiadat dan penghormatan yang tinggi terhadap sesama.

"Kami sangat malu dengan viralnya video Bupati Alor yang marah, maki-maki, fitnah dan bahkan ancaman ibu Menteri Sosial," ujar Enny kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 2 Juni 2021 sore.

Enny mengatakan, masyarakat Alor malu karena orang Alor memiliki adat istiadat saling menghargai sebagaimana ungkapan adat taramiti tominuku, kita satu untuk saling menghargai.

Bupati Amon, menurut Enny, tidak memiliki etika dan sopan santun sebagai seorang pejabat negara.

"Etika sopan santun sebagai pejabat sama sekali tidak ada," kata Enny.

Baca juga: Dimaki-maki Bupati Alor Amon Djobo, Begini Jawaban Cerdas Mensos Risma, Apa?

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved