Breaking News:

Salam Pos Kupang

Menanamkan Nilai-nilai Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni pemerintah bersama seluruh komponen bangsa selalu memperingati hari lahirnya Pancasila

Menanamkan Nilai-nilai Pancasila
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Setiap tanggal 1 Juni pemerintah bersama seluruh komponen bangsa selalu memperingati hari lahirnya Pancasila. Lahirnya Pancasila merupakan buah pemikiran yang luar biasa dari pendiri bangsa Soekarno.

Lahirnya Pancasila tidak bisa dilepas-pisahkan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) khususnya Ende. Sebab, pada saat Ir. Soekarno dibuang ke Ende dari tanggal 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938. Dalam pembuangan tersebut, Soekarno berhasil merumuskan butir-butir Pancasila yang dihasilkan dalam perenungan di bawah pohon sukun.

Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan pada hari itu dinyatakan sebagai hari libur nasional. Dijadikannya sebagai hari libur nasional karena pemerintah berharap seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Mengapa harus diperingati seluruh masyarakat? Dikutip dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan, Pancasila adalah pandangan hidup (falsafah), dasar negara (ideologi), dan wahana pemersatu bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi sendi kehidupan dan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Senin 31 Mei 2021: Saling Berbagi Suka-Duka

Baca juga: Korupsi Mengorupsi Pancasila (Refleksi di Hari Lahir Pancasila)

Pancasila memiliki nilai-nilai kehidupan paling baik, dijadikan dasar dan motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua sila dari Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan.

Sebagai pandangan hidup maka Pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Pancasila sebagai pandangan hidup bisa mempersatukan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Namun kondisi saat ini kadang menyedihkan, ada banyak anak muda yang tidak bisa mengucapkan dengan benar sila-sila dalam Pancasila. Ini sesuatu yang menyedihkan karena bagaimana kita mau mengamalkan Pancasila jika sila-silanya tidak tahu?

Pancasila dan wawasan kebangsaan sudah harus diajarkan sejak masih kecil sehingga bisa tertanam dengan baik hingga dewasa. Pemahaman mengenai wawasan kebangsaan harus dikuatkan kembali sehingga semua orang bisa memahami mengenai Pancasila.

Baca juga: Bupati Hery Dengar Saran dan Masukan dari Mama-Mama Penjual di Nteer

Baca juga: Perkara Lahan Eks PU Waihali Larantuka, Pemda Flores Timur Dinyatakan Menang Tingkat PK

Terlepas dari pro dan kontra soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di KPK yang menuai konflik karena dinilai ada kepentingan politik tapi seharusnya hal ini mulai dilakukan di berbagai instansi agar seluruh aparat pemerintah bisa memahami Pancasila dan memiliki wawasan kebangsaan yang utuh, baik dan benar sehingga tidak ada celah untuk masuknya paham radikalisme yang pada akhirnya berujung pada disintegrasi bangsa Indonesia. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved