Breaking News:

Salam Pos Kupang

Segera Atasi Bendung Kambaniru

Surutnya air di Bendung Kambaniru di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai dampak dari Seroja

Editor: Kanis Jehola
Segera Atasi Bendung Kambaniru
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Surutnya air di Bendung Kambaniru di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT sebagai dampak dari Seroja, harus menjadi perhatian bersama pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Bendung yang selama ini menjadi sumber kehidupan petani ambruk dihajar Seroja. Salah satu sayap ambruk diterjang banjir yang melanda wilayah itu 4-5 April 2021.

Akibatnya air yang biasanya tertampung di bendungan itu, sama sekali tidak ada, karena ruang yang biasanya menampung air sudah dipenuhi sedimen berupa lumpur dan pasir. Sedangkan bagian yang ambruk menjadi aliran sungai seperti semula sebelum dibendung.

Dampak ikutan saluran irigasi yang mengaliri air ke persawahan menjadi kering. Saluran irigasi itu tepat berada di Kelurahan Malumbi dan Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur. Bendung yang dapat mengairi 1.440 ha lahan pertanian itu tidak berfungsi maksimal.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 28 Mei 2021: KUTUKAN & BERBUAH

Baca juga: Bahas Penyusunan Rencana Strategis Pengembangan Bambu, KLHK RI Gelar FGD di Ngada

Jika bendungan tidak berfungsi maka petani tidak bisa menanam, maka ke depan bakal terjadi kekurangan pangan bahkan kelaparan. Hal ini yang harus segera diantisipasi.

Kita tahu membangun bendungan dan irigasi tidak semudah membalikan telapak tangan. Selain biayanya besar, secara teknis perlu dikaji, finalisa dan dihitung secara matang. Jika kondisi sebelum bencana desain dan mualitasnya seperti yang telah dirasakan petani selama ini, maka ke depan harus ditingkatkan lagi. Ini jelas butuh SDM dan dana yang besar.

Saat ini tim teknis sedang mengeruk pasir dan endapan lumpur untuk penataan kembali. Alat berat sedang dikosentrasikan di sana.

Baca juga: Walikota Kupang Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Platform Digital

Baca juga: Indeks Profesionalitas ASN Manggarai Tempati Urutan Ke-18, Thomas Edison Berharap Ada Perubahan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mb. Muku, S.P, M.Si mengatakan, saat ini pengerjaan bendungan itu sementara dilakukan, yakni pengerukan sedimen. Akibat kerusakan bendungan itu, sehingga air tidak mengalir di saluran irigasi.

Pemerintah perlu mengantisipasi dengan menyiapkan stok beras yang cukup, karena bakal terjadi kelaparan. Selain itu, perlu digelontorkan dana yang cukup untuk perbaikan dan pembangunan kembali dengan desain dan kualitas tahan banjir.

Petani terdampak kerusakan bendungan Kambaniru kurang lebih 154 kelompok tani dengan jumlah petani kurang lebih 1.600 orang mengalami gagal panen. Sebelumnya satu hektare menghasilkan 3-4 ton padi, tahun ini bakal menurun drastis.

Pemerintah kabupaten mengatadinya dengan menyiapkan 30 unit mesin pompa mubail untuk melayani kelompok tani. Bagi petani yang membutuhkan air dilayani dengan mesin pompa yang menyedot air dari DAS Kambaniru atau dari sumur bor.

Kita patut memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan pusat yang sigap mengatasi masalah bendungan ini. Pemkab menyiapkan mesin pompa dan pemerintah pusat melaui Kementerian PUPR langsung turun memperbaikinya.*

Kumpulan Salam Pos Kupang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved