Breaking News:

Kuasa Hukum Keluarga Labina Desak DPRD Flotim Gelar RDP Lahan Eks PU Larantuka

dimenangkan keluarga ahli waris selaku penggugat, namun pemerintah daerah belum juga membayar uang ganti rugi. 

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tim kuasa hukum ahli waris keluarga Labina, Alexander Frengklin Tungga, SH. MHum dan Stevaming Malelak, SH.MH  

Kuasa Hukum Keluarga Labina Desak DPRD Flotim Gelar RDP Lahan Eks PU Larantuka

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Perkara lahan bekas kantor dinas PU Larantuka di Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur hingga antara Pemda melawan ahli waris, Aloysius Boki Labina hingga kini belum berakhir. 

Meski perkara ini telah dimenangkan keluarga ahli waris selaku penggugat, namun pemerintah daerah belum juga membayar uang ganti rugi. 

"Dari putusan pengadilan negeri hingga pengadilan tinggi, klien saya selaku penggugat memenangkan perkara ini," ujar tim kuasa hukum ahli waris keluarga Labina, Alexander Frengklin Tungga, SH. MHum dan Stevaming Malelak, SH.MH kepada wartawan, Selasa 25 Mei 2021. 

Baca juga: Strategi Pemda Flotim Promosikan Pasir Timbul Meko Melalui Even Festival Budaya

Ia mengatakan, sejak pengadilan tinggi memenangkan ahli waris Labina, Pemda Flores Timur pun menyatakan banding dan mengaku memenangkan perkara itu di tingkat kasasi.

Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri saat menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah di kantor lurah Weri membahas pembayaran ganti rugi lahan
Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri saat menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah di kantor lurah Weri membahas pembayaran ganti rugi lahan (POS-KUPANG.COM/Amar Ola Keda)

Atas dasar itu, Pemda pun melakukan eksekusi terhadap lahan seluas 1,6 hektar, namun dihalangi ahli waris. Pasalnya, dasar putusan itu dinilai abstrak.

"Kita sudah cek, putusan kasasi Nomor 61 K/PDT/2007 tidak tercantum di website resmi MA," ungkapnya. 

Parahnya lagi, kata dia, nama-nama yang tercantum dalam aanmaning pengadilan negeri, tertera nama-nama orang di luar para pihak. 

Baca juga: DAS Waiburak Adonara Timur Jadi Zona Merah, Pemda Flotim Akan Jadikan Pusat Kuliner

"Sam Kweng, Eman Bani, John Joshua. Nama ini tidak ada dalam perkara maupun putusan. Mereka bukan nama-nama ahli waris Labina," bebernya. 

Untuk mengetahui kejelasan putusan kasasi, pihaknya berencana menyurati Ketua Pengadilan Tinggi Kupang. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved