Breaking News:

Salam Pos Kupang

Korban Bencana Menunggu Rumah Bantuan

RIBUAN kepala keluarga di Provinsi NTT saat ini masih harus tinggal di tenda pengungsian ataupun rumah warga

Editor: Kanis Jehola
Korban Bencana Menunggu Rumah Bantuan
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - RIBUAN kepala keluarga di Provinsi NTT saat ini masih harus tinggal di tenda pengungsian ataupun rumah warga. Bencana Badai Siklon Seroja yang melanda Provinsi NTT bulan lalu meluluhlantakan tempat tinggalnya.

Pemerintah bekerja cepat. Warga yang rumahnya rusak total dibantu dana untuk bangun baru. Yang rumahnya hancur dibawa longsor akan direlokasi ke lokasi baru. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sedangkan pemerintah pusat menyiapkan anggaran.

Saat ini, sambil menunggu rumah bantuan tersebut dibangun, pemerintah memberikan bantuan berupa dana tunggu hunian (DTH) kepada tiap KK, masing-masing Rp 500 ribu per bulan. Sampai kapan mereka harus menunggu, hingga saat ini belum ada kepastian.

Di Kota Kupang misalnya, meski pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sudah turun melihat lokasi relokasi, namun kepastian kapan pembangunan dilakukan belum ada.

Baca juga: Memaknai Semangat Kebangkitan Nasional di Masa Pandemi

Baca juga: Pegawai di Kecamatan LAUT Berbagi THR Dengan ODGJ

Hal ini menimbulkan keresahan. Warga yang tinggal di pengungsian ataupun rumah keluarga dan tetangga menanti dalam ketidakpastian. Kapan mereka bisa menetap dengan pasti. Sementara mereka harus mulai berusaha pasca badai. Mereka harus memulai ulang dari nol, akibat semua harta bendanya ludes dihantam badai.

Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bantuan rumah tahan gempa dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan tipe 36 Tunggal. Pembangunan ini ditargetkan selesai akhir September 2021. Rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya. Demikian dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 21 Mei 2021: Pemberian Diri Seutuhnya!

Baca juga: Anggota Kodim 1618/TTU Monitor Pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten TTU

Pembangunan inovasi RISHA didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana dengan mengedepankan kualitas bangunan sesuai dengan standar (SNI).

RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan tiga jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Apapun bentuknya, masyarakat sedang menunggu. Masyarakat korban bencana menanti kepastian kapan mereka nyaman dan tenang lagi untuk memulai usaha.

Semoga kolaborasi atau sinergitas pemerintah pusat dan daerah yang baik, membuat pembangunan perumahan ini segera terealisasi. **

Kumpulan Salam Pos Kupang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved