Breaking News:

Salam Pos Kupang

Walikota Kupang Perpanjang PPKM

JURU bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan, Pemerintah Kota Kupang kembali perpanjang PPKM

Walikota Kupang Perpanjang PPKM
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - JURU bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan, Pemerintah Kota Kupang kembali akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM). Surat Edaran dengan Nomor :029/HK 443.1/V/2021 berntujuan untuk mengendalikan penyebaran Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19) di Kota Kupang.

Perpanjangan PPKM dari Pemerintah Kota Kupang tentu saja berdasarkan berbagai fakta empirik. Diantaranya, memperhatikan soal penambahan kasus Covid-19. Tetapi yang mungkin lebih realistis adalah, soal Kota Kupang menjadi pintu masuk setelah terjadi penutupan perbuhungan Udara, Laut dan Bandara.

Bisa saja, arus mudik yang melibatkan segelintir orang bisa menjadi masalah terhadap penyebaran Covid-19. Bisa saja menjadi mala petaka bila tidak memperhatikan secara sungguh- sungguh saat para pemudik kembali ke NTT.

Satu hal mungkin yang perlu disadari, ketelitian dari petugas saat kedatangan penumpang dari luar daerah menjadi ujian paling berat.

Baca juga: Cerita Bocah 11 Tahun yang Selamat Setelah 20 Jam Tenggelam: Sempat Tidur dan Berniat Bunuh Diri

Baca juga: Prakiraan BMKG: Empat Pulau di NTT Diprediksi Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari Ini

Kalau misalnya, petugas tingkat lapangan keliru dan tidak teliti maka penyebaran Covid-19 bisa menjadi tidak terkendali sama sekali.

Masalah lainnya, mungkin ketakutan terhadap tamu dari luar terlalu berlebihan juga. Hal mendasar yang terjadi selama ini di Kota Kupang, soal prilaku hidup yang tidak mentaati protokol kesehatan sebenarnya menjadi dasar utama.

Perhatikan saja, masih ada sejumlah orang yang seenaknya berada di tempat umum atau di jalan-jalan tidak memakai masker. Pola hidup seperti ini bisa saja mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Pasar Rakyat Rana Loba Mubazir

Baca juga: Kebijakan Pemda Berbasis Riset

Kemudian, liburan idul fitri di Kota Kupang selama ini, juga bisa menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Masih banyak orang masih bepergian ke tempat umum yang belum tentu aman. Ini sebenarnya menjadi masalah. Kita cenderung terlalu menganggap sepele soal penyebaran Covid-19 ini.

Pola hidup masyarakat Kota Kupang sebenarnya juga menakutkan. Masih terjadi banyak kerumunan di mana-mana. Kalau saja, satu orang tertular maka berapa banyak orang akan menjadi korban.

Oleh karena itu, sebaiknya sanksi tegas terhadap mereka yang tidak taat protokol kesehatan harus dikedepankan. Jangan sampai kita menyesal setelah banyak orang menjadi korban karena kecerobohan. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved