Wabup Weng Perintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar Periksa Air Kali Wae Mese
sudah ambil sampel untuk diperiksa, karena menurut mereka (masyarakat) air tercemar
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
"Saat ini kita menunggu hasilnya 3 sampai 4 hari ke depan, nanti saya koordinasi lagi ke tim di laboratorium," katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga satu kampung di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), selama puluhan tahun mengonsumsi air kali yang diduga telah tercemar pestisida, Sabtu (15/5/2021).
Warga satu kampung itu tinggal di Kampung Lobohusu Dusun Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo Kabupaten Mabar.
Baca juga: Dosen Politeknik Kupang Gelar Pelatihan Manajemen Usaha & Pelatihan Masker bagi Kelompok Ternate
Sehari-hari, sebanyak 55 kepala keluarga (KK), menimba air sejauh 1 kilometer di kali Wae Mese.
Aktivitas warga ini dilakukan setiap pagi dan sore hari, karena di kampung itu tidak terdapat sumber air maupun layanan air bersih dari pemerintah.
Warga biasanya menggunakan jeriken berbagai ukuran untuk menimba air kali yang terlihat keruh, bahkan terlihat berlumut.
Mereka menyusuri perumahan warga, areal persawahan, kebun milik warga hingga sampai di bibir kali.
Kali Wae Mese merupakan kali besar, yang juga mengairi sejumlah lahan sawah milik warga desa sepanjang aliran sungai.
Sementara itu, Kampung Lobohusu terletak di arah selatan Labuan Bajo, berjarak kurang dari 5 kilometer dari ibukota Kabupaten Mabar.
Ketua RT 008 RW 004 Kampung Lobohusu, Aco Jafar mengatakan, kebiasaan warga mengonsumsi air kali sejak 1969 lalu.
Sebelumnya, warga Kampung Lobohusu tinggal di Lengkong Pou, namun karena banjir bandang dan banyak korban jiwa, mereka direlokasi di Kampung Lobohusu.
Aco menuturkan, air kali tidak hanya digunakan untuk konsumsi warga, namun untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga hingga pembangunan.
Walaupun air terlihat keruh dan tak layak konsumsi, warga yang berjumlah lebih dari 200 jiwa tidak punya pilihan lain.
Baca juga: Bupati Edi Endi Prioritaskan Air Bersih Untuk Kampung Lobohusu
Kondisi semakin parah saat memasuki musim hujan, air semakin keruh dan kotor karena bercampur lumpur.
Masyarakat terbantu pada 2018 lalu, karena adanya sumur bor dari Dinas PUPR Provinsi NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/survei-di-kampung-lobohusu-dusun-marombok.jpg)