Dosen Politeknik Kupang Gelar Pelatihan Manajemen Usaha & Pelatihan Masker bagi Kelompok Ternate 

dosen di kampus Politeknik Negeri Kupang dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RAY REBON
Ketua pelaksana kegiatan, Sri Endar Utami, (Dosen Akuntansi) dengan peserta dan pemilik kampoeng tenun alor, Selasa 18 Mei 2021 

Dosen Politeknik Kupang Gelar Pelatihan Manajemen Usaha dan Pelatihan Masker Tenun bagi Kelompok Ternate 

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Kampus Politeknik Negeri Kupang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pelatihan manajemen usaha dan pelatihan pembuatan masker dari tenun ikat.

Proses pelatihan ini dilakukan di Kampoeng Tenun Alor yang beralamat di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oebobo, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin-Selasa 17-18 Mei 2021. 

Kegiatan ini dimotori oleh dosen dari Kampus Politeknik Negeri Kupang, Sri Endar Utami, S.E.,M.Acc. (Dosen Akuntansi) dan Yudha Eka Nugraha, S. Kesos.,M.Par. (Dosen Pariwisata).

Kepada POS-KUPANG.COM, Ketua Pelaksana Kegiatan, Sri Endar mengatakan bahwa salah satu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian pada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dosen di kampus Politeknik Negeri Kupang dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Kampoeng Tenun Alor merupakan salah satu UKM kerajinan dan pendukung pariwisata di Kota Kupang yang terdampak pandemi Covid-19. 

Pose bersama, ketua pelaksana kegiatan, Sri Endar Utami, (Dosen Akuntansi) dengan peserta dan pemilik kampoeng tenun alor, Selasa (18/5/2021).
Pose bersama, ketua pelaksana kegiatan, Sri Endar Utami, (Dosen Akuntansi) dengan peserta dan pemilik kampoeng tenun alor, Selasa (18/5/2021). (POS-KUPANG.COM/RAY REBON)

Efek dari situasi Covid inilah yang menyebabkan pendapatan dari Kampoeng Tenun Alor mengalami penurunan drastis bahkan tidak ada pendapatan sama sekali.

Oleh sebab itu, menurut dia, untuk membantu UMKM tersebut keluar dari persoalan ini yakni dengan cara melakukan pelatihan manajemen usaha yang terdiri dari manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan, dan manajemen perpajakan, serta pelatihan pembuatan masker tenun dan jenis turunan kretif lainnya.

Demi melancarkan program ini, pihaknya pun mempersiapkan pembicara yang handal dalam bidang manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan, dan manajemen perpajakan.

Selain itu pihaknya juga mempersiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan seperti mesin jahit portable, kain tenun, kain lapis masker, karet masker, serta perlengkapan jaihit lainnya untuk membuat masker tenun dan turunan kreatif lainnya. 

Dalam memperlancar pemasaran offline, pihaknya juga membeli display untuk memajang hasil karya masker tenun, dan turunan kreatif lainnya. 

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi Kampoeng Tenun Alor dengan website online, serta media penjualan online lainnya untuk untuk menaikkan omset penjualan.  

Semua usaha tersebut bertujuan supaya Kampoeng Tenun Alor tetap bisa bertahan bahkan bangkit di era pandemi covid 19

Dia menjelaskan, untuk proses pendampingan ini akan berlangsung selama satu tahun sampai dengan akhir tahun 2021.

Dia menargetkan jika program ini akan berjalan sampai dengan pemasaran offline maupun online di akhir Mei 2021.

Diketahui dalam program ini diikuti oleh 10 peserta yang dimana adalah ibu-ibu penenun Kampoeng Tenun Alor dan sebagian mahasiswa program studi tenun ikat yang berlokasi kelas di Kampoeng Tenun Ikat Alor.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved